PosKupang/

Ketiadaan Dokter di Lapas Atambua, Kepala Dinas Kesehatan Belu: Bisa Diatur

Meski tenaga dokter di Belu masih kurang, kondisi ketiadaan dokter di Lapas Atambua bisa diatasi.

Ketiadaan Dokter di Lapas Atambua, Kepala Dinas Kesehatan Belu: Bisa Diatur
POS KUPANG/EDY BAU
Salah satu warga binaan Lapas Atambua menyampaikan keluhan ketiadaan dokter pada saat pertemuan dengan Anggota DPR RI, Viktor Laiskodat, di Lapas Atambua, Sabtu (5/8/2017). 

Laporan Wartawan Pos Kupang. com, Edy Bau

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Ketiadaan dokter pada Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Atambua mendapat respons positif dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belu. Meski tenaga dokter di Belu masih kurang, kondisi di Lapas Atambua bisa diatasi.

Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kabupaten Belu, Theresia Saik, kepada Pos Kupang, Selasa (8/8/2017), mengatakan, selama ini ada dokter yang memberikan pelayanan di Lapas Atambua, tapi itu hanya sekali sebulan.

Sedangkan untuk pengobatan, bisa langsung ke Puskesmas Atambua Selatan karena Lapas Atambua berada dalam wilayah pelayanan Puskesmas Atambua Selatan.

“Lapas ini masuk wilayah Kecamatan Atambua Selatan. Di puskesmas sudah ada dokter. Memang pelayanan kesehatan di Lapas tidak setiap minggu, tapi sekali sebulan,” jawabnya.

Meski tidak ada dokter khusus Lapas, Theresia mengatakan bisa disiapkan sepanjang ada permintaan resmi dari Lapas.

Nanti berdasarkan permintaan dari pihak Lapas Atambua, lanjut Theresia, pihaknya bisa mengatur jadwal agar ada dokter yang memberikan pelayanan di Lapas secara rutin.

“Tidak ada dokter khusus untuk Lapas, tapi kalau mereka mau, mereka boleh minta, memang kita keterbatasan tenaga dokter, tapi kita bisa atur,” ujarnya.

Kepala Lapas Atambua, Ridwantoro yang dihubungi terpisah mengatakan siap memasukkan permohonan kepada Pemda Belu agar ada dokter yang setiap saat bisa melayani Lapas Atambua.

“Jika aturannya begitu, maka kami akan segera buat permohonan kepada Pemda. Karena memang selama ini pelayanan dokter hanya sekali sebulan,” tukasnya.

Halaman
12
Penulis: Frederikus Riyanto Bau
Editor: agustinus_sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help