Seminari Hokeng-Flotim Sabet Penghargaan Penata Musik Terbaik

Luar biasa. Anak-anak seminari Hokeng bisa mengukir prestasi membanggakan saat berada di Banten

Seminari Hokeng-Flotim Sabet Penghargaan Penata Musik Terbaik
istimewa
Flavianus Lela Moron, Mikhael Savio M.K.Niron, Inonsensius Nasarius Pedaten, Yohanes Urbaus L.Herin, Alexander Tuebura Lapila, Yoseph Lamapaha, Posidius Otu Openg, Leonard Yulius Kabelen, Petrus Mage Kwuta, Philipus Mario Jino da Gomes, sepuluh (10) anggota rombongan wakil NTT Pada Pentas Musik di Banten Jawa Barat Kamis (3-5/8/2017)

Laporan wartawan Pos Kupang, Felix Janggu

POSKUPANG.COM, LARANTUKA - Beradu pentas musik dengan kontingen musik dari 34 provinsi lain pada Konser Karawitan Muda Indonesia 2017 di Cilegon Banten, Seminari San Dominggo Hokeng Flores Timur menorehkan prestasi membanggakan.

Mewakili Nusa Tenggara Timur (NTT), rombongan pelajar Seminari San Dominggo Hokeng Flores Timur menyabet penghargaan sebagai penata musik terbaik.

Pentas musik yang diselenggakan Direktorat Jenderal Kebudayaan Direktorat Kesenian Kemendikbud RI digelar di Banten Kamis-Sabtu (3-5/8/2017).

Pengamat dan pegiat seni Silvester Petara Hurit yang ikut mendampingi kontingen kepada Pos Kupang di Minggu (6/8/2017) mengungkapkan, NTT mementaskan "Mura Gere".

Memanfaatkan berbagai alat musik tradisional, kata Sil Hurit, pentas ini terinspirasi dari kemeriahan Pesta Syukuran Panen dalam budaya Lamaholot Flores Timur.

Di mata para juri-seniman kawakan seperti: Frans Sartono, Jabatin Bangun, Purwacaraka, Embi C Noer dan Dr. Suhendi Afryanto, kata Sil Hurit, NTT dianugerahi penghargaan sebagai penata musik terbaik.

Karya musik "Mura Gere", katanya, menghadirkan kompleksitas kegembiraan, sujud-syukur, hormat dan kedekatan masyarakat Ladang Lamaholot terhadap Tonu Wujo di tengah kerasnya alam dan curah hujan yang pendek.

"Yang mahal dari proses ini adalah pengalaman dan pergaulan kreativitas bagi anak-anak muda pelajar kita," kata Sil Hurit.

"Bahwa untuk meraih sesuatu yang bermartabat butuh kerja keras, ketekunan, disiplin, keuletan, semangat juang dan totalitas dalam berkarya," tambah Sil Hurit lagi.

Ia menambahkan untuk mewujudkan karya-karya terbaik, orang perlu terbuka untuk belajar dari khazanah tradisi budaya yang diwariskan.

Tambah Sil Hurit, kontingen NTT didampingi pelatih Rm Sirilus Wutun,Pr; Rm. Sandro Losor, Pr; Fr. Yoan Odel dan ia sendiri.

Plt Kadis Parbud Flotim Petrus Pemang Liku dan Kabid Pengembangan Seni Budaya Flotim dan Kornelia Seran Koten hadir pada malam penerimaan penghargaan. (*)

Penulis: Felix Janggu
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved