Ketua Harian Perkemi NTT Berpulang: Flobamora Kehilangan Putra Terbaik

Selama di Amerika Serikat, Simpai Nabas selalu bersama anak-anak didiknya, baik saat latihan maupun saat studi sesion selama tiga hari terlebih saat

Ketua Harian Perkemi NTT Berpulang: Flobamora Kehilangan Putra Terbaik
Ferry Ndoen
ARAHAN - Ketua Harian KONI NTT, Ir Andre W Koreh, MT memberikan arahan singkat kepada atlet kempo didampingi Ketua Harian Perkemi NTT, Barnabas nDjurumana, SH dan Wakil Ketua Satgas Pelatda PON NTT, DR. Johni Lumba, MPd, Sabtu (18/6/2016) sore. 

Laporawan Wartawan Pos Kupang.Com,ferry Ndoen

POS KUPANG.COM - Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali kehilangan seorang putra terbaik. Sesepuh cabang olahraga kempo Bernabas nDjurumana (simpai Nabas) meninggal dunia seusai mengantar anak didiknya bertanding di Kejuaraan Dunia Shorinji Kempo di San Mateo California Amerika Serikat pada 27 Juli-3 Agustus 2017.

Simpai Nabas menghembuskan nafas terakhir dalam penerbangan dari San Fransisco menuju Hong Kong pada pukul 04.00 waktu San Fransisco, Jumat 4 Agustus 2017 atau Sabtu Wita (5/8/2017).

Demikian Ketua Harian KONI NTT, Andre Koreh melalui pesan WhatsApp yang diterima, Sabtu (5/8/2017).

"Almarhum meninggal dunia di atas pesawat Cathay Pasific dengan nomor penerbangan CX 873 penerbangan dari San Fransisco menuju Hongkong, karena sakit yang memang sudah lama di deritanya yaitu komplikasi jantung dan paru paru," katanya.

Andre Koreh mengatakan, sejak awal rencana keberangkatan, pihaknya sudah menyarankan Simpai Nabas untuk tidak ikut karena melihat kondisi sakitnya.

Namun, karena kecintaan dan kemauan kerasnya untuk menyaksikan anak-anak didiknya bertanding di World Championship Shorinji Kempo, di San Mateo California USA dari 27 July 2017 hingga 3 Agustus 2017 sehingga Simpai Nabas tetap diikutkan dalam rombongan.

Selama di Amerika Serikat, Simpai Nabas selalu bersama anak-anak didiknya, baik saat latihan maupun saat studi sesion selama tiga hari terlebih saat pertandingan, walaupun dengan menahan dan melawan derita sakitnya.

"Selebihnya di luar kegiatan tersebut almarhum istirahat saja di kamar hingga seluruh rangkaian acara selesai dan rombongan Indonesia kembali ke Tanah Air pada 4 Agustus dinihari jam 00.10 waktu San Fransisco dengan Cathay Pasifik," katanya.

Setelah tiga jam penerbangan pulang dari San Fransisco menuju Hongkong, dari total waktu penerbangan San Fransisco -Hongkong selama 16 jam, Simpai Nabas sempat ke toilet beberapa kali, dan saat ke toilet yang terakhir, almarhum Nabas keluar toilet langsung jatuh dan tidak sadarkan diri.

Seluruh awak pesawat termasuk pilot dan penumpang yang kebetulan berprofesi sebagai dokter turut membantu menyelamatkan Simpai Nabas. Namun Tuhan berkehendak lain, kata Andre Koreh menjelaskan.

"Pada pukul 4 dinihari waktu San Fransisco Pak Nabas dinyatakan telah meninggal dunia," katanya.

Dalam keadaan seperti ini, pilot dan rombongan kempo Indonesia sempat berunding di atas pesawat.

"Walau awalnya pilot ingin mendaratkan pesawat ke bandara terdekat yaitu Maryland, namun karena dalam percakapan itu semua berkeras agar perjalanan tetap dilanjutkan ke Hongkong, maka perjalanan diteruskan ke Hongkong," katanya.

Jenazah alarhumm Barnabas Ndjoroemana saat ini sedang berada di rumah Sakit Bandara Hongkong dan jika tidak ada halangan diusahakan untuk ikut diberangkatkan bersama rombongan siang ini ke Jakarta dengan penerbangan Cathay Pasifik CX 777. (fen/aa)

Penulis: Ferry Ndoen
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved