Tokoh Pendiri Olahraga Kempo di NTT Simpai Barnabas nDjurumana Meninggal Dunia

Simpai Nabas kemauannya sangat keras serta komitmen sangat untuk menyaksikan anak anak didiknya bertanding di World i Championship Taikai Shorinji Ke

Tokoh Pendiri Olahraga Kempo di NTT Simpai Barnabas nDjurumana Meninggal Dunia
ist
Ketua Harian Perkemi NTT, Barnabas ndjurumana, SH saat mendampingi atlet Kempo NTT di Pra PON tahun 2015 di Kota Bandung 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Ferry Ndoen

POS KUPANG.COM, KUPANG - Ketua Harian Pengurus Provinsi (Pengprov) Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) NTT, Barnabas nDjurumana SH ( Simpai Nabas ) meninggal dunia saat dalam perjalanan penerbangan dari Amerika ke Indonesia.

Simpai Nabas meninggal di atas pesawat Cathay Pasific dengan No penerbangan CX 873 penerbangan dari San Fransisco menuju Hongkong pada pukul 04.00 waktu San Fransisco( 4 Agustus San Fransisco ) atau pukul 19.00 WITA, ( tgl 5 Agustus Indonesia ). Almarhum Simpai Nabas meninggal karena sakit
komplikasi jantung dan paru paru yang dideritanya.

Kabar kematian ini disampai Ketua Harian KONI NTT, Ir. Andre W Koreh, MT, melalui komunikasi seluler dalam perjalannya menuju Indonesia, Sabtu (5/8/2017) subuh

" Simpai Nabas kemauannya sangat keras serta komitmen sangat untuk menyaksikan anak anak didiknya bertanding di World i Championship Taikai Shorinji Kempo, di San Mateo, California Amerika Serikat dari tgl 27 Juli hingga 3 Agustus 2017 begitu kuar. Sejak awal rencana keberangkatan kami sudah menyarankan agar beliau istirahat.Tapi komitmen yang besar ingin menyaksikan langsung kenshi kempo NTT berlaga di San Mateo, California begitu kuat sehingga tetap diikutkan dalam rombongan," jelas Andre Koreh.

Menurut Andre, selama di Amerika Serikat, almarhum Simpai Nabas selalu bersama anak anak didiknya baik saat latihan maupun saat studi sesion selama tiga hari terlebih saat pertandingan walaupun dengan menahan dan melawan sakit yang derita.

"Selebihnya di luar kegiatan itu beliau istirahat saja di Kamar 508 htl Embassy San Mateo hingga seluruh rangkaian acara selesai. Dan rombongan Indonesia kembali ke tanah air tanggal 4 Agustus dinihari jam 00.10 waktu San Fransisco dengan Cathay Pasifik," jelas Andre Koreh.

Dia menjelaskan, setelah tiga jam penerbangan pulang dari San Fransisco menuju Hongkong dari total waktu penerbangan San Fransisco - Hongkong selama 16 jam pak Nabas sempat ke toilet beberapa kali.

"D n saat ke toilet yang terakhir, pak Nabas keluar dari toilet langsung jatuh tidak sadarkan diri. Seluruh awak pesawat termasuk pilot dan penumpang yang kebetulan berprofesi sebagai dokter turut membantu menyelamatkan pak Nabas. Namun Tuhan berkehendak lain," ujar ANdre.

Pada pukul 4 dinihari waktu San Fransisco. Atau jam 19 00 Wita Simpai Barnabas nDjurumana dinyatakan telah meninggal dunia.

Dalam keadaan seperti ini, Pilot dan rombongan Kempo Indonesia, Pak Esthon Foenay dari Perkemi NTT dan Pak Kusumo dari PB Perkemi dan Andre Koreh dari KONI NTT berunding. "Walau awalnya pilot ingin mendaratkan pesawat ke bandara terdekat, yaitu Maryland. Namun karena dalam percakapan itu semua berkeras agar perjalanan tetap dilanjutkan ke Hongkong maka perjalanan diteruskan ke Hongkong," papar Andre Koreh. (fen)

Penulis: Ferry Ndoen
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved