Pengiriman Jenazah Almarhum Ketua Harian Perkemi NTT dari Hongkong Menunggu Putusan Hakim

Keputusan hakim untuk memulangkan jenazah almarhum Simpai Bernabas sesuai dengan aturan perundangan Pemerintah Hongkong

Pengiriman Jenazah Almarhum Ketua Harian Perkemi NTT dari Hongkong Menunggu Putusan Hakim
ISTIMEWA
Ketua Harian Perkemi NTT, Barnabas nDjurumana, SH berdampingan Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, Wakil Ketua DPRD NTT, Nelson Matara, Ketua Bidang Pemassalan Perkemi NTT, Yeni Veronika, serta di posisis belakang, Ketua Umum Perkemi NTT, Ir. Esthon Foenay dan Ibu Esthon, di GOR San Mateo, California, Amerika Serikat menyaksikan kenshi NTT tampil di World Taikai Shorinji Kempo, tanggal 28 Juli hingg 3 Agustus 2017

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Ferry Ndoen

POS KUPANG.COM - Rencana kepulangan jenazah Ketua Harian Pengprov Perkemi NTT, alm. Bapak Barnabas nDjurumana, SH masih menunggu keputusan hakim di Hongkong.

Demikian informasi terkini yang disampaikan Ketua Harian KONI NTT, Ir. Andre W Koreh, MT, dalam perjalanan dari Hongkong menuju ke Indonesia, Sabtu (5/8/2017)

Menurut Andre, jenazah Barnabas nDJurumana paling cepat baru akan tiba di Jakarta pada hari, Senin tanggal 7 Agustus 2017. Hal ini dikarenakan masih menunggu keputusan hakim di Hongkong apakah kematian Barnabas secara wajar ataukah tidak.

Keputusan hakim untuk memulangkan jenazah almarhum Simpai Bernabas sesuai dengan aturan perundangan Pemerintah Hongkong

"Sementara hakim hanya bisa putuskan terkait hal itu yakni pada jam kerja, pada hari Senin tanggal 7 Agustus 2017. Dan jadwal persidangan baru akan dimulai jam 10 waktu Hongkong," jelas Andre.

Menurut Andre, kemungkinan besar pada hari Senin tanggal 7 Agustus 2017 siang baru jenazah almarhum Simpai Barnabas bisa dibawa ke Indonesia.

"Dan Jenasah akan disemayamkan di Kantor Perwakilan NTT, di Jalan Tebet Timur Dalam Jakarta," ujarnya.

Menurut rencana hari Selasa dinihari jenasah almarhumSimpai Nabas aka dibawa ke Kupang dan tiba Selasa pagi.

"Beruntung dalam tas almarhum ada medical record secara lengkap. Hal ini yang akan dipakai sebagai alat bukti dalam persidangan hakim pada Senin nanti bahwa memang almarhum alam keadaan sakit. Hal ini agar terhindar dari keharusan diautopsi," ungkapnya.

Lebih lanjut, Andre menjelaskan, dua orang pelatih Kempo NTT, masing masing Simpai Alfonsus Thedorus (V/DAN) dan George Hadjo (V/DAN) ditugaskan untuk mengurus segala sesuatu selama di jenazah Simpai Nabas berada di Hongkong hingga jenazah dibawa ke Kupang

"Doakan agar semua halangan bisa dijauhkan dan semuanya berjalan lancar,"pungkas ANdre. (fen)

Penulis: Ferry Ndoen
Editor: Ferry Ndoen
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help