PosKupang/

Peserta Sail Jalan-Jalan di Kota Kupang, Ini Tempat-tempat yang Mereka Kunjungi

City tour diadakan pada Jumat (4/8/2017) dengan mengunjungi museum dan tempat pembuatan tenun khas Rote bernama Ina Ndao.

Peserta Sail Jalan-Jalan di Kota Kupang, Ini Tempat-tempat yang Mereka Kunjungi
POS KUPANG/GAUDIANO COLLE
Peserta Sail sedang jalan-jalan ke destinasi wisata di Kota Kupang. 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Gaudiano Colle

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Para peserta Sail Indonesia 2017 mengikuti city tour di Kupang.

City tour diadakan pada Jumat (4/8/2017) dengan mengunjungi museum dan tempat pembuatan tenun khas Rote bernama Ina Ndao.

Sejak pukul 08.00 rombongan bertolak menggunakan bus yang telah disediakan oleh pemerintah. Rombongan bertolak dari kawasan Pantai Kupang langsung menuju museum di seputaran Kayu Putih, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.

Di sana para peserta diberikan waktu hingga pukul 10.00 untuk melihat koleksi benda-benda yang dipajangkan, sepeti benda-benda sejarah, senjata seperti parang dan keris, koleksi uang lama, tenunan-tenunan dari berbagai daerah di NTT, ranjau laut, hingga susunan tulang ikan paus.

"Museum in sungguh luar biasa. Kami bisa melihat bagaimana kebudayaan orang-orang NTT pada zaman dahulu. Tadi saya mendapatkan penjelasan tentang membuat benang juga. Aku sangat menyukainya," tutur Naoko Onoa, yachter asal Jepang.

Setelah selesai, para yachter segera bertolak menuju Rumah Tenun Ina Ndao yang terletak di Kelurahan Naikoten 1. Di sana mereka dibawa oleh panitia untuk mengunjungi tempat pembuatan tenun, yang masih dikerjakan dengan cara tradisional.

Peserta Sail di Kota Kupang.
Peserta Sail di Kota Kupang. (POS KUPANG/GAUDIANO COLLE)

"Tadi mereka membuat kain. Saya melihat bukan hanya orang tua, tapi ada juga orang muda yang mengerjakan kain, ia datang sambil membawa bayinya. Mereka duduk di sana dan mengerjakan barang-barang kerajinan," tutur Magne Risa, yachter yang berasal dari Norwegia.

Naoko yang juga berada di sana memuji kehebatan orang-orang NTT yang sudah menjaga kebudayaan mereka dalam waktu yang sangat lama.

Peserta Sail sedang melihat-lihat obyek di tempat-tempat wisata di Kota Kupang.
Peserta Sail sedang melihat-lihat obyek di tempat-tempat wisata di Kota Kupang. (POS KUPANG/GAUDIANO COLLE)

"Di Jepang, awalnya orang-orang juga mengerjakan hal-hal menggunakan kerajinan tradisional. Tapi setelah ada mesin-mesin, semua hal tadi ditinggalkan dan sekarang ini hilang," tutup Naoko. (*)

Penulis: Gaudiano Colle
Editor: agustinus_sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help