Kapolda NTT 'Bekali' Mahasiswa Baru Undana

Mahasiswa harus menjadi garda paling depan dalam menggelorakan nilai-nilai Pancasila dan Kebhinekaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kapolda NTT 'Bekali' Mahasiswa Baru Undana
ISTIMEWA
PAPARKAN MATERI - Kapolda NTT, Irjen Pol. Drs. Agung Sabar Santoso, S.H, M.H saat memaparkan materi pada kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tingkat Universitas Nusa Cendana (Undana) Tahun 2017, di Aula Undana Penfui, Kupang, Kamis (3/8/2017).

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Mahasiswa harus menjadi garda paling depan dalam menggelorakan nilai-nilai Pancasila dan Kebhinekaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pasalnya, kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini dirongrong oleh gerakan intoleransi dan radikalisme.

Hal tersebut disampaikan Kapolda NTT, Irjen Pol. Drs. Agung Sabar Santoso, S.H, M.H ketika menyampaikan materi pada kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tingkat Universitas Nusa Cendana (Undana) Tahun 2017, di Aula Undana Penfui, Kupang, Kamis (3/8/2017).

Sebagaimana dilaporkan Humas Undana, David Sir, di hadapan 7.544 mahasiswa baru Undana, Kapolda Agus Santoso menjelaskan, banyak hal terkait kondisi bangsa Indonesia. Di antaranya tentang radikalisme yang kian marak di Indonesia.

Ia mengemukakan, sejak berdirinya bangsa, para fouding fathers (pendiri bangsa), telah menetapkan Pancasila sebagai Dasar Negara, Falsafah, Ideologi serta pandangan hidup bangsa Indonesia. Selain Pancasila, terdapat tiga pilar lainnya, yaitu Undang-Undang 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Karena itu, jika ada dari antara mahasiswa maupun masyarakat yang tidak mengakui adanya empat pilar tersebut, maka sebaiknya ia hidup di luar bangsa Indonesia," tegasnya. (*/kas)

Penulis: Kanis Jehola
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved