Sumba Tengah Kembangkan Tanaman Perdagangan

Jangan hanya bersandar pada sawah dan ternak, tapi harus beralih ke tanaman perdagangan seperti kopi dan coklat.

Sumba Tengah Kembangkan Tanaman Perdagangan
POS KUPANG
Bupati Sumba Tengah, Drs. Umbu Sappi Pateduk menyerahkan penghargaan kalpataruh kepada aktivis lingkungan. 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Petrus Piter

POS KUPANG.COM, WAIBAKUL -Bupati Sumba Tengah, Drs.Umbu Sappi Pateduk mengatakan, pemerintah telah memprogramkan tanaman unggulan berupa kopi dan coklat yang kini ditanam rakyat di wilayah itu.

Harapan ke depan tanaman tersebut menjadi sumber pendapatan warga Sumba Tengah yang selama ini mengandalkan sawah dan peternakan.

Sudah waktunya rakyat harus menanam tanaman komoditi perdagangan sebagai sumber pendapatan masa mendatang. Disisi lain juga menjaga kelestarian lingkungan hidup di wilayah ini.

Bupati Umbu Sappi Pateduk menegaskan itu dalam sambutannya pada acara peringatan Hari Lingkungan Hidup se- Dunia tingkat Kabupaten Sumba Tengah di halaman SD Anakalang, Senin (31/7/2017).

Menurut Bupati yang akrab disapa Umbu Bintang, lahan Sumba Tengah masih sangat luas dan dibiarkan telantar begitu saja.

Padahal lahan tersebut sangat cocok untuk pengembangan tanaman produktif seperti kopi, coklat, kemiri, kelapa, asam, mahoni, gaharu, cendana dan beragam anakan pohon lainnya.

Pengembangan tanaman produktif tersebut karena rakyat Sumba Tengah tidak bisa lagi mengandalkan sektor persawahan dan ternak sebagai penopang utama ekononi masyatakat Sumba Tengah.

Lanjut Bupati Umbu Bintang, Seiring perjalanan waktu, dimana lahan sawah mulai berkurang dan populasi ternak semakin kurang maka sektor pengembangan tanaman komoditi perdagangan seperti kopi dan coklat serta lainnya harus dikembangkan dari sekarang.

Rakyat Sumba Tengah harus memulai menanam pohon produktif dan tanaman komoditi perdagangan lainnya yang memiliki nilai ekonomis tinggi bagi rakyat ke depan.

Hal itu, kata orang nomor satu di Sumba Tengah ini, mengingat lahan masih sangat luas.

Penulis: Petrus Piter
Editor: Gerardus Manyela
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help