Jonas Titip PTT ke Wakil Walikota Kupang

Walikota Kupang, Jonas Salean, S.H, menitipkan pesan kepada Wakil Walikota Kupang, dr.Hermanus Man agar jangan sakiti para ASN.

Jonas Titip PTT ke Wakil Walikota Kupang
POS KUPANG/ENOLD AMARAYA
MENINGGALKAN KANTOR --Walikota Kupang, Jonas Salean, S.H meninggalkan Kantor Walikota sesaat menyerahkan tugas dan jabatan ke Sekda kota Kupang, Selasa (1/8/2018)

POS KUPANG.COM, KUPANG - Walikota Kupang, Jonas Salean, S.H, menitipkan pesan kepada Wakil Walikota Kupang, dr.Hermanus Man agar jangan sakiti para Aparatur Sipil Negara (ASN). Ia juga berulang kali menekankan agar tetap menjaga kesejahteraan Pegawai Tidak Tetap (PTT).

"Saya titip kepada pak Wakil, jangan sakiti para ASN terutama tenaga PTT dengan program-program yang tidak mendukung. Karena dalam politik pada saat pilkada ada ASN yang tidak puas dengan jabatan yang diberikan, pasti akan mendukung pimpinan lain. Itu wajar, saat ini dielus-elus tapi jalan satu sampai dua tahun tidak memberikan apa yang diinginkan pasti ditinggalkan. Seperti apa yang telah saya alami," ungkap Jonas Salean pada acara Penyerahan Walikota dan Wakil Walikota Kupang kepada Sekretaris Daerag Kota Kupang, periode 2012-2017, di Lantai I Kantor Walikota Kupang, Selasa (1/8/2017).

Ia memohon maaf karena hanya mampu sampai di sini saja. Lima tahun sangat sulit bagi dirinya dan Wakil Walikota untuk menuntaskan program pro rakyat.

Khusus para pejabat eselon, pengawas, guru, kepsek, karyawan, titip PTT. Kalau malas, tidak masuk kantor adakan pembinaan, tdak bisa dibina baru dipecat. Jika program dirumahkan, dewan juga punya mata dan hati, karena tidak ada penerimaan pegawai lagi. Tapi tiap tahun pegawai pensiun, di sisi lain kekurangan pegawai. Tenaga PTT yang ada untuk mendukung ASN. Karena rentan sekali PTT, kita ingin kesejahteraan mereka lebih baik. Saya titip PTT," tuturnya.

Jonas Salean berharap pada pejabat yang baru agar janji kampanye harus dilaksanakan dengan baik. Supaya masyarakat percaya. Bila hanya tipu-tipu rakyat, dua atau tiga tahun akan repot karena tidak melaksanakan janji-janji politik.

"Kami punya pengalaman birokrasi dan bagaimana komunikasi dengan dewan. Walaupun kadang ada pasang surutnya itulah dinamika politik, yang penting semua dibuat untuk kepentingan seluruh warga," ujarnya. (yen)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help