Puluhan Karyawan di Pabrik Tepung Ikan Ini Terancam Dirumahkan, Ini Alasannya

Itu terjadi karena terhentinya pasokan ikan dari para nelayan untuk kebutuhan dua pabrik tersebut.

Puluhan Karyawan di Pabrik Tepung Ikan Ini Terancam Dirumahkan, Ini Alasannya
POS KUPANG/FRANS KROWIN
Pabrik tepung ikan di Lembata terancam gulung tikar. 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Frans Krowin

POS KUPANG. COM, LEWOLEBA – Puluhan karyawan PT Eisindo Lembata yang bekerja di Pabrik Tepung Ikan di Hukung dan Pabrik Pengolahan Ikan di Waijarang saat ini terancam dirumahkan.

Itu terjadi karena terhentinya pasokan ikan dari para nelayan untuk kebutuhan dua pabrik tersebut.

Kemungkinan dirumahkannya puluhan karyawan tersebut dibenarkan oleh Direktur PT Eisindo Lembata, Junaedi, ketika dihubungi Pos Kupang melalui telepon selulernya dari Lewoleba ke Surabaya, Senin (31/7/2017).

“Kami tidak punya pilihan lain selain merumahkan sementara karyawan itu. Tapi pilihan merumahkan karyawan itu belum menjadi keputusan, karena perusahaan masih mempertimbangkan hal-hal tentang itu,” ujar Junaedi.

Informasi yang dihimpun Pos Kupang menyebutkan, sejak awal Juni 2017, karyawan pabrik tepung ikan di Hukung maupun pabrik pengolahan ikan di Waijarang berhenti bekerja.

Mereka tidak bekerja, karena tak ada bahan baku yang bisa digunakan untuk menghidupi pabrik tersebut.

Para nelayan yang biasa menjual ikan ke pabrik tersebut kini tidak melakukannya lagi. Pasalnya, volume tangkapan nelayan-nelayan itu tidak lagi seperti dulu. Ikan yang ditangkap relatif terbatas, sehingga tidak dijual kepada pabrik.

Terhentinya penjualan ikan ke pabrik menjadi penyebab utama para karyawan tak bisa bekerja. Sebab ikan merupakan bahan baku utama kedua pabrik tersebut.

Ketika nelayan tidak menjual ikan ke pabrik, otomatis pabrik tersebut tak bisa berproduksi.

Halaman
123
Penulis: Frans Krowin
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved