PosKupang/

Manajemen Pabrik Ikan di Lembata Tak Punya Pilihan Lain, Selain Memberhentikan Karyawan

Pertama musim dimana hasil tangkapan ikan sepi sehingga pabrik tidak bisa beroperasi. Kondisi itu seperti terjadi saat ini.

Manajemen Pabrik Ikan di Lembata Tak Punya Pilihan Lain, Selain Memberhentikan Karyawan
POS KUPANG/FRANS KROWIN
Aktivitas di Pabrik Tepung Ikan di Lewoleba sedang sepi. 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Frans Krowin

POS KUPANG. COM, LEWOLEBA - Direktur PT Eisindo Lembata, Junaedi, mengatakan, setiap tahun pabrik selalu mengalami dua hal.

Pertama musim dimana hasil tangkapan ikan sepi sehingga pabrik tidak bisa beroperasi. Kondisi itu seperti terjadi saat ini.

Sedangkan hal berikutnya adalah musim banyak ikan sehingga pabrik kewalahan menerima pasokan ikan. Musim ikan itu biasanya terjadi pada periode di atas bulan September.

“Dua hal ini yang selalu kami alami. Dan, saat ini memang ikan lagi sepi. Jangankan untuk kebutuhan pabrik, ikan yang dijual di pasar saja kurang. Jadi praktis, pabrik tidak bisa beroperasi karena tidak ada pasokan ikan,” ujar Junaedi ketika dihubungi Pos Kupang, Senin (31/7/2017). Saat itu, Junaedi sedang berada di Surabaya untuk urusan perusahaan.

Dikatakannya, saat pabrik tidak beroperasi lantaran pasokan ikan tidak ada, pihaknya dihadapkan pada beban manajemen untuk pembayaran gaji karyawan. Pasalnya, perusahaan itu mempekerjakan lebih dari 100 orang.

Untuk karyawan tetap, lanjut dia, standar gaji disesuaikan dengan upah minimun propinsi, yakni Rp 1.550.000/bulan. Sedangkan karyawan kontrak diberikan upah harian. Setiap bulan, pembayaran gaji selalu dilakukan tetap waktu.

Sebaliknya saat pabrik beroperasi, kata Junaedi, pihaknya sangat membutuhkan tenaga kerja. Sebab ada banyak pekerjaan yang membutuhkan tenaga di pabrik tersebut.

Terkait pabrik yang kini tidak beroperasi, dia menyebutkan, ada dua opsi yang mungkin akan dilakukan. Pertama, tetap mempekerjakan karyawan padahal dampaknya pada keuangan perusahaan. Kedua, memberhentikan sementara karyawan dan baru direkrut lagi saat musim ikan.

“Saat ini memang belum ada pilihan untuk itu. Perusahaan juga belum mengambil keputusan. Tapi keputusan akan diambil setelah pertimbangan yang matang tentang itu,” ujar Junaedi.

Ia juga menyebutkan, keputusan tentang merumahkan atau tidak merumahkan karyawan perusahaan ikan di Lembata, tergantung analisa manajemen.

Ketika disinggung tentang kontribusi Pabrik Tepung Ikan di Hukung bagi peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Lembata, Junaedi mengatakan, cukup besar. Hanya saja ia tidak menyebutkan besarnya kontribusi perusahaan bagi PAD setempat. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: agustinus_sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help