Alfonsius: Saya Hanya Terima Kertas Saja, Tapi Barangnya Tidak Ada

Kalau tamu datang kami terpaksa pinjam kursi dan meja dari masyarakat karena inventaris desa hanya ada di kertas saja

Alfonsius: Saya Hanya Terima Kertas Saja, Tapi Barangnya Tidak Ada
POS KUPANG/DION KOTA
Kades Numpolo, Alfonsius Molo 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Dion Kota

POS KUPANG.COM, BETUN - " Saya hanya terima kertas memori serah terima jabatan dari pejabat desa, Sipri Manek Asa kepada saya. Tetapi barang inventaris desa yang tercantum dalam memori serah terima seperti meja, kulkas, spiker, dispenser dan Televisi, barangnya tidak ada. Kalau tamu datang kami terpaksa pinjam kursi dan meja dari masyarakat karena inventaris desa hanya ada di kertas saja tetapi barang rillnya entah di mana," keluh Alfonsius Molo kepada pos kupang, Senin (31/7/2017) di kantor Desa Numponi.

Selain inventaris desa yang tak ada "wujudnya", Alfonsius juga mengeluhkan terkait proyek fisik 2016 khususnya pengerjaan kantor desa yang tak diselesaikan pejabat desa. Ada 5 ruangan dalam kantor desa yang tak selesai dikerjakan.

Dari lima ruangan yang belum rampung dikerjakan, dijelaskan Alfonsius, dirinya hanya melanjutkan pengerjaan kamar WC, sedangkan empat ruangan lainnya tidak lanjut dikerjakan tahun ini.

"Saya masuk kantornya kosong begini saya mau bilang apa. Saya berniat untuk meminta klarifikasi dari pejabat desa sebelumnya, pak Sipri terkait keadaan kantor desa Numponi yang kosong dan belum selesai dikerjakan. Ruangan-ruangan belum dikramik. Ada yang belum atap. Kramiknya hanya sisa beberapa dos padahal masih 5 ruangan yang belum kramik," ujarnya sambil menunjukkan ruangan yang belum selesai dikerjakan.

Terkait kasus penyegelan desa Numponi oleh mantan ketua LPM Desa Numponi Petrus Molo Mau pada Sabtu (22/7/2017) lalu, Alfonsius mengatakan, aksi protes tersebut sebenarnya ditujukan kepada Pejabat desa lama, Sipri Manek Asa.

Petrus dikatakan Alfons tidak puas karena pejabat yang lama tidak transparan dalam mengelolah keuangan desa. Selain itu, petrus juga mengeluhkan upah buruh dan dana anggur merah yang belum dicairkan.

"Kalau soal Anggur Merah saya tidak tahu sama sekali itu pejabat desa lama yang kelolah. Soal upah buruh yang belum bayar juga saya tidak tahu. Saya masih kumpul data untuk tahu berapa besaranya. Saya sudah buat laporannya kepada pak Bupati sisa menunggu arahan dari pak bupati. Kalau sudah ada arahan baru kita lakukan klarifikasi bersama biar duduk persoalannya jelas," jelasnya.

Untuk diketahui, Sabtu (22/7/2017) Petrus Molo melakukan aksi penyegelan kantor desa Numponi dengan menggunakan kayu. Petrus memasang beberapa batang kayu tepat di depat kantor desa untuk menutup akses masuk ke dalam kantor desa Numponi. Selain itu, dengan menggunakan piloks berwarna hitam, petrus menulis 4 tuntutannya di tembok kantor desa.

Segel kantor desa akhirnya dibuka sendiri oleh Petrus pada Sore hari usai dilakukan mediasi oleh pihak kecamatan malaka Timur dibantu Polsek Malaka Timur yang mempertemukan Petrus Molo dan kepala desa Numponi Alfonsius Molo.(*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved