Marthen Luther Dira Tome Mengaku Sesalkan Hal Ini, Usai Sidang Putusan Perkara Korupsi Dana PLS

Terdakwa perkara korupsi dana PLS) menganggap dalam amar putusan, banyak yang mengabaikan fakta persidangan.

Marthen Luther Dira Tome Mengaku Sesalkan Hal Ini, Usai Sidang Putusan Perkara Korupsi Dana PLS
TRIBUNJATIM.COM/AQWAMIT TORIK
Marthen Luther Dira Tome sedang menjalani Sidang di Ruang Sidang Cakra Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya, Senin (19/6/2017) 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aqwamit Torik

POS-KUPANG.COM--Terdakwa perkara korupsi dana Pendidikan Luar Sekolah (PLS) menganggap dalam amar putusan, banyak yang mengabaikan fakta persidangan.

Usai menjalani sidang yang digelar di Ruang Sidang Cakra Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya, Senin (31/7/2017), Marthen Luther Dira Tome selaku terdakwa mengatakan, dirinya tetap menghormati keputusan Majelis Hakim.

Namun menurutnya, ia masih menyayangkan karena banyak fakta yang diabaikan di dalam amar putusan.

"Itulah yang kami katakan ketidakadilan," ungkap Marthen Luther Dira Tome, Senin (31/7/2017).

Ia mencontohkan, saat amar putusan mengatakan terdakwa memotong uang anggaran untuk camat sebesar Rp 50 ribu, yang jika ditotal terkumpul Rp 3 Miliar lebih.

Tapi, Marthen Luther Dira Tome membantah hal tersebut.

Karena itu adalah kesepakatan bersama para penyelenggara, bukan dipotong.

"Kenapa dikatakan potong Rp 3 miliar lebih, itu tidak benar," ujar Marthen.

Sementara itu, dalam sidang putusan perkara korupsi dana Pendidikan Luar Sekolah (PLS), Marthen Luther Dira Tome divonis 3 tahun penjara dan denda sebesar Rp 100 juta subsider 3 bulan penjara.(*)

Editor: Rosalina Woso
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help