Oleh Esthon Leyloh Foenay

JUARA MELAHIRKAN JUARA, JUARA CIPTAKAN JUARA

Kalian Harus “Berani Hidup dengan mengambil “Resiko dan Bahaya” tapi jangan sampai menyerempet Aturan yang ditetapkan Tuhan.

JUARA MELAHIRKAN JUARA, JUARA CIPTAKAN JUARA
Ferry Ndoen
Ketua Umum Perkemi NTT, Ir. Esthoen Foenay, MSi di sela sela kegiata pelatihan pelatih dan asisten pelatih dojo di AUla Serbaguna KONI NTT, Sabtu (8/4/2017

1.    Membangun Percepatan Olahraga Shorinji Kempo;

Bung Karno dalam Pidato HUT Proklamasi RI Ke-19 tahun 1964, “Vivere Peri Coloso” Sinonim “Hidup Menyerempet Bahaya” ada pesan khusus kepada Anak Muda Indonesia, Hai Anak Muda, Bangkit, Bergerak dan Maju, dengan merubah kebiasaan yang jelek, dan membangun yang baik.

Kalian Harus “Berani Hidup dengan mengambil “Resiko dan Bahaya” tapi jangan sampai menyerempet Aturan yang ditetapkan Tuhan.

Mari kita maknai dan jadikan seluruh ide gagasan, pemikiran dan cita- cita bung Karno, sebagai Bintang Panutan. Kita tidak boleh dan tidak dapat berbalik lagi karena sebagai sebuah bangsa, kita telah mencapai “Point of No Return”.

KASIH SAYANG TANPA KEKUATAN ADALAH KELEMAHAN
KEKUATAN TANPA KASIH SAYANG ADALAH KEZALIMAN

Inilah Moto Olahraga Shorinji Kempo
Persaudaraan Beladiri Shorinji Kempo Indonesia (PERKEMI) Pengprov PERKEMI NTT, salah satu Cabang Olahraga Super Prioritas Nusa Tenggara Timur bermimpi untuk mewujudkan Program “Juara Melahirkan Juara” “Juara Ciptakan Juara” melalui Sekolah Non Formal atau In Formal Shorinji Kempo mulai dari Sekolah di Desa/Kelurahan sampai ke jantung kota;

Inspirasi dan ide berawal dari Pokok Pikiran Pendiri Shorinji Kempo Nusa Tenggara Timur Simpai Barnabas nDjurumana dan Ketua Umum PERKEMI NTT Esthon L. Foenay setelah berdiskusi serius dan lama dengan para pelatih Shorinji Kempo NTT antara lain: George Hadjoh/5 Dan, DR. Ir. Alfons Theodorus,MT/5 Dan, Juliana Toh/4 Dan, Melky Blegur/2 Dan, Jorgens Adoe/2 Dan, Nur Alil, Marsel Pah, Jenet Dethan, James Pah dkk, yang telah meraih medali di Kejurnas, Pra PON, PON, Sea Games dan Taikai Internasional/Kejuaraan Dunia di Jepang, yang saat ini telah menjadi pelatih, pengurus agar memiliki Dojo sendiri;

Berkat pembinaan yang tersistem dan terstruktur dengan disiplin yang bertanggung jawab telah menjadi nadi/nafas dalam pembinaan dan pelatihan sehingga ada prestasi yang diraih, dipertahankan dan terus ditingkatkan. Selanjutnya menjadi tradisi yang membanggakan yakni selalu mendulang emas, proses ini menjadi magnit bagi generasi muda bangsa di NTT mulai dari anak-anak, remaja, taruna, pemuda, mahasiswa sampai masyarakat umum menekuni Shorinji Kempo sebagai media pembentukan mental dan karakter; register Pengprov PERKEMI NTT menunjukan, data jumlah anggota telah mencapai 15.000 orang kenshi/anggota yang tersebar di seluruh Kabupaten/Kota Se- NTT;

Dengan prinsip “Lebih baik mandi keringat waktu latihan dari pada mandi darah waktu bertanding” betul-betul dipedomani sehingga deretan prestasi yang diraih bukan lahir begitu saja, tetapi lahir dari kerja keras, kerjasama, serius, dalam sistem yang dibangun organisasi, karena prestasi yang hebat, “lahir dari organisasi yang hebat”, “organisasi yang hebat karena diurus oleh orang-orang yang punya komitmen dan disiplin diri yang hebat dan luar biasa” dan “orang yang punya komitmen dan disiplin diri yang hebat” lahir dari proses penempaan yang luar biasa dan tersistem dalam sikap: rendah hati, setia, sabar, tekun dan loyal serta disiplin dan tanggung jawab, ini adalah harta dari proses penempaan yang harus diteruskan oleh setiap atlet berprestasi kepada para penerusnya lewat program “Juara Melahirkan Juara” “Juara Menciptakan Juara” di Dojo sebagai bagian dari strategi dan proses kaderisasi dan regenerasi berkesinambungan;

2.    HARDIKNAS dan Prestasi;

Halaman
123
Editor: Sipri Seko
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved