PosKupang/

307 Koperasi di NTT Bermasalah

“Jangan takut untuk mengahadapi persaingnsaat ini. Koperasi harus kuat, besar dan modern dengan terus memanfaatkan teknologi informasi"

307 Koperasi di NTT Bermasalah
POS KUPANG/EDY BAU
Wakil Gubernur NTT, Drs. Benni Litelnoni, S.H, M.Si (kelima dari kiri), Bupati Nagekeo, Elias Djo (keempat), Anggota DPRD NTT, Thomas Tiba Owa (ketiga), Ketua DPRD NTT, Anwar Pua Geno (kedua), Wakil Bupati Nagekeo, Paulinus Y. Nuwa Veto (kiri) dero bersama 1.200 penari dalam acara puncak Peringatan HUT ke-70 Koperasi Tingkat Propinsi NTT di Lapangan Berdikari Mbay-Nagekeo, Sabtu (29/7/2017). 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Adiana Ahmad

POS KUPANG.COM, MBAY - Sebanyak 307 koperasi di NTT bermasalah dan terancam dibekukan.

Koperasi yang ada,  saat ini sedang dievaluasi pemerintah pusat.

Koperasi bermasalah tersebut ditemukan setelah Kementerian Koperasi menilai  dan menganalis data-data koperasi yang dikirim Pemerintah Kabupaten/ Kota di NTT sebagai tindak lanjut  dari instruksi Presiden Jokowi untuk melakukan revitalisasi koperasi dalam upaya mengembalikan peran dan fungsi koperasi sebagai sokoguru perekonomian bangsa.

Wakil Gubernur NTT, Drs. Benny A. Litelnoni, S.H, M.Si dalam sambutannya pada acara puncak HUT ke-70 Koperasi Tingkat Propinsi NTT di Mbay, Sabtu (29/7/2017), mengatakan, potensi koperasi  di Desa Anggur Merah menunjukkan peningkatan yang signifikan.

Sejak tahun 2010 telah terbentuk 1.962 koperasi. Dari jumlah tersebut, 458 sudah berbadan hokum dan masih ada 1.504 koperasi yang belum berbadan hokum. Sebanyak 307 koperasi yang berbadan hokum tersebut saat ini dikategorikan bermasalah.

Litelnoni juga mengungkapkan, jumlah koperasi berskala besar pun selama setahun mengalami peningkatan cukup  signifikan, dari 21 unit di tahun 2016  menjadi 36 unit di tahun 2017.

Peningkatan itu juga diiringi peningkatan jumlah koperasi  yang rutin menggelar rapat anggota tahunan (RAT).

Selama setahun terakhir, lanjut Litelnoni,   ada 1.627 koperasi yang menggelar RAT dan tahun 2017 sampai bulan Juni 2017 ada 1.908 unit koperasi  yang menggelar RAT.

Merujuk pada data-data yang ada terutama koperasi bermasalah dan belum berbadan hokum, Litelnoni menghimbau organisasi perangkat daerah (OPD)  terkait baik di tingkat Propinsi NTT maupun di tingkat kabupaten/ kota member perhatian serius terhadap  perkembangan koperasi di NTT.

Halaman
123
Penulis: Adiana Ahma
Editor: agustinus_sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help