Berita Timor Rote Sabu

Sembilan Pegawai di TTS Bicara Soal Bhinneka Tunggal Ika

Sembilan Aparatur Sipil Negara (ADN) di Pemkab TTS Bicara soal Pentingnya Bhinneka Tunggal Ika

Sembilan Pegawai di TTS Bicara Soal Bhinneka Tunggal Ika
istimewa
Garuda Pancasila 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Novemy Leo

POS KUPANG.COM, SOE - Sembilan Aparatur Sipil Negara (ADN) di Pemkab TTS Bicara soal Pentingnya Bhinneka Tunggal Ika. Mereka adalah Yunekoi, Ketut, Robert, Pasuni, Ellen, Maxi, Nur, Benyamin dan Safrina.
Mereka hadir bersama ribuan ASN lain dalam upacara pencanangan Bhinneka Tunggal Ika di TTS, Jumat (28/7/2017), di halaman Kantor Bupati TTS. Hari itu setiap ASN mengenakan pakaian adat lengkap dari maaing-masing etnis.
Yunekoi yang mengenakan pakaian adat Sumba Tengah mengaku aenang dengan pencanangan Bhinneka tunggal ika. "Kami senang dengan program ini. Paling tidak kita ikut meningkatkan kebudayaan dan menjadi tidak malu emenggunakan pakaian adat," kata Yunekoi.
Robert memuji keanekaragaman suku adat budaya di Indonesia. "Cukup luar biasa. Kita di Indonesia berbeda-beda tapi tetap satu," kata Robert yang berpakaian adat Alor.
Pasuni yang mengenakan pakaian adat Jawa Timur mengatakan selama ini kekompakan terus terjaga di wilayah TTS. "Berbagai suku, agama, semua ada disini tapi kita selali menunjukkan kekompakan dan kebhinnekaan sehingga terus terjaga persatuan bangsa," kata Pasuni.
Ketut yang mengenakan oakaian adat Bali mengaku sangat terharu melihat berbagai macam pakaian adat yabg dikenakan teman temannua. "Waduh indah sekali pagi ini dalam kebhinnekaan. Semoga bisa menciptakan kedamaian di Indonesia," kata Ketut.
Maxi yang mengenakan pakaian adat Amanuban TTS berharap program mengenakan pakaian adat setiap hari jumat terakhir bulan berjalan ini terus dilaksanakan. "Setiap hari Jumat juga ada penggunaan bahasa daerah Timor. Kalau dapat semua bisa berbahasa Timor. Tidak bermaksud untuk lupakan daerah asal mereka tapi mereka disini maka mereka harus bisa bahasa timor," kata Maxi.
Hal senada disampaikan Nur yang mengenakan pakaian adat Sulawesi Selatan, Benyamin yang mengenakan pakaian adat Amanatun Selatan, Ellen yang mengenakan pakaian adat Sabu dan Safrina yang mengenakan pakaian adat Sikka. (*)

Penulis: omdsmy_novemy_leo
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help