VIDEO: Sosialisasi Pencegahan Kebakaran Akibat Ulah Manusia

Kegiatan ini diikuti oleh tokoh masyarakat dan RT/RW. Ketua RT 011, Yusak menyarankan agar seluruh pasar harus disediakan alat pemadam kebakaran.

Laporan Wartawan Pos Kupang.com, Yeni Rachmawati

POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya kebakaran. Salah satunya karena kelalaian manusia. Misalnya, kompor minyak meledak karena sumbu yang diisi tidak penuh.

Kepala Seksi Kesiapsiagaan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Kupang, Polce Ndun, ketika menyampaikan materi tentang Teori Api dan Prinsip Pemadaman, di Aula Kantor Lurah Fatululi, Senin (24/7/2017), menjelaskan untuk ibu rumah tangga, kompor minyak bisa meledak.

Bila kompor tersebut terdiri dari 21 sumbu, maka semua sumbu harus diisi. Tapi bila hanya mengisi 20 sumbu saja, maka bisa mengakibatkan ledakan itu terjadi.

"Kompor ketika dibakar lama-kelamaan akan semakin panas, di dalam kompor sudah ada senyawa baru yang terbentuk seperti gas-gas yantg mudah meledak. Satu sumbu yang tidak terisi, gasnya mudah naik ke atas menarik panas, lalu masuk dalam tangki dan berubah menjadi tekanan yang sangat besar di dalam tangki. Selanjutnya akan memaksa mengangkat tangki dan meledak," tuturnya.

Sebagai pemilik rumah, lanjutnya, harus peka terhadap situasi dapur. Bila terjadi kebocoran di dapur harus bisa dirasakan.

"Awal masuk dapur dan mencium bau menyengat jangan nyalakan api. Saklar pun jangan dinyalakan,. Karena yang meledak bukan kompor atau tabungnya, tapi gasnya yang meledak. Sifat gas seperti meniup balon, makin ditiup maka makin mengembang karena gas mencari ruang. Maka dari itu dapur harus memiliki ventilasi atau jendela, sehingga gas itu bisa keluar," tuturnya.

Faktor lainnya, kata Polce, disebabkan oleh unsur kesengajaan.

Hal ini banyak terjadi, seperti yang bersangkutan ingin mencari keuntungan agar bisa melakukan klaim asuransi. Menghilangkan jejak kasus dan lainnya. Tapi untuk kota Kupang belum ada faktor itu yang menyebabkan terjadinya kebakaran.

Sosialisasi Pencegahan Bahaya Kebarakan ini digelar Dinas Pemadam Kebakaran Kota Kupang mulai 24 - 28 Juli yang berpusat di Kantor Lurah Fatululi, dengan melibatkan masyarakat Kelurahan Fatululi, Fatubesi, Naikoten 1, Oesapa Induk dan Alak.

Kata Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran Kota Kupang, Mathius Bambang Irianto, kebakaran tidak diinginkan karena membawa dampak yang sangat besar.

"Pasar Fatululi pernah terbakar, sehingga perlu ada hydrant untuk mengantisipasi kebakaran," katanya.

Kegiatan ini diikuti oleh tokoh masyarakat dan RT/RW. Ketua RT 011, Yusak menyarankan agar seluruh pasar harus disediakan alat pemadam kebakaran.

Lurah Fatululi, Ricardo Z Therik mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pemadam Kebakaran karena sosialisasi untuk lima kelurahan berlangsung di Kantor Lurah Fatululi.

"Dengan adanya sosialisasi yang melibatkan masyarakat di tiap kelurahan, ini berarti bahwa ada suatu nilai positif yang dibangun oleh pemadam kebakaran secara lurus. Baik dari kantor dinas ke tingkat kelurahan bahkan masyarakat karena ada nilai gotong royong. Kalau tidak kena di rumah mereka, terjadi kebakaran di rumah tetangga atau kenalan mereka bisa membantu. Diharapkan 40 orang ini bisa menjadi pioneer agar bisa melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar," harapnya. (*)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help