Berita Kota

VIDEO:Ratusan ASN ikut Pengambilan Sumpah Janji, Ini Pesan Walikota Kupang

Bila 10 orang, maka 8 orang itu perempuan dan dua orang laki-laki. Siapa yang memulai untuk bercerai inspektorat dan Sekda yang lebih tahu.

Laporan Wartawan Pos Kupang.com, Yeni Rachmawati

POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Walikota Kupang, Jonas Salean meminta kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup pemerintahan kota Kupang untuk menurunkan tingkat perceraian. Sebab sudah di atas 30 ASN yang mengajukan izin cerai.

"Ini perilaku ASN yang memberikan teladan kurang baik. Kalau itu, itu sudah, jangan lirik yang lain. Kasihan. Mau kerja bagaimana, kalau rumah tangganya seperti itu. Saya minta sebelum Sekda memberikan pertimbangan ke walikota untuk ijin cerai, buat satu tim dari semua unsur pimpinan agama. Agar sebelum diputuskan pimpinan rohaniawan bersama inspektorat mediasi dulu, kalau tidak bisa baru berikan ijin untuk cerai," Kata Jonas, pada Pengambilan Sumpah Janji ASN di Lingkup Pemerintahan Kota Kupang, di Lantai 1 Kantor Walikota Kupang, Selasa (25/7/2017).

Jonas mengatakan kebanyakan ASN yang mengajukan ijin cerai adalah perempuan. Bila 10 orang, maka 8 orang itu perempuan dan dua orang laki-laki. Siapa yang memulai untuk bercerai inspektorat dan Sekda yang lebih tahu.

"Ada kasus fatal, ASN ada istri belum cerai tapi ikut nikah masal. ASN itu dapat sanksi. Kemudian ada lagi belum cerai, tapi istri ada di kos, suami juga ada di kos. Ini pengalaman-pengalaman kita," ujarnya.

Pengambilan Sumpah Janji ASN ini diikuti oleh 138 ASN yang terdiri dari Golongan IV, 44 orang, Golongan III, 80 orang dan Golongan II 14 orang.

Jonas menyampaikan ASN dituntut selalu bersikap jujur, tertib dan displin dalam melaksanakan tugas sebagai abdi negara dan abdi masyarakat. Agar dapat jadi panutan dan dihormati.

"Saya akan mengakhiri masa jabatan, tapi minimal lima tahun ini sudah memberikan pembinaan yang cukup baik kepada seluruh ASN. 5400 lebih ASN dengan bermcam-macam tindakan dan pikiran sulit memberikan kepuasan. ASN sudah dibatasi dengan dispilin, masuk keluar kantor dan displin melayani masyarakat. Ada gaji, gaji 13 dan THR. ASN harus tertib dan displin, digaji bukan untuk buat yang aneh-aneh," ujarnya.

Ia berharap dengan fasilitas yang disiapkan pemerintah sebagai ASN dapat memegang teguh sumpah yang telah dilakukan. Bila bekerja baik pasti diperhatikan atasan, kalau bekerja malas maka berkat Tuhan juga akan jauh.

Selama ia menjabat ada 23 pegawai yang dipecat. Maka dari itu pergunakan waktu sebaik-baiknya. Dukung pemerintahan yang baru pada masa 2017-2022. Berikan keteladanan dan displin, tidak mungkin pimpinan marah kalau kerja baik.

"Saya bersyukur selama lima tahun walaupun kurang-kurang minimal ASN dengan latarbelakang birokrasi sudah membuat tenaga PTT dinaikkan honor. APBD perubahan naik tambah Rp 250.000 menjadi Rp 1.750.000. Memang masih kurang, tapi PTT kalian tidak perlu risau kalau ada kebijakan rasionalisasi PTT. Saya tidak ada di pemerintahan, tapi lima anggota fraksi Golkar ada di dewan. Saya minta maaf selama lima tahun ini, itu wajar tapu minimal etika dan tata krama selama ini saya tidak mempermalukan kalian," ungkapnya.

Ia berpesan agar ASN dapat melaksanakan tugas dengan baik dan menjaga kepercayaan pemerintah serta melayani masyarakat dengan baik. Anggaplah masyarakat srbagai orangtua, jangan melayani dengan muka masam.

Pengambilan sumpah tiga agama dengan pendamping rohaniawan Romo Amandus, Pr, Pdt Welhelmina dan Habsi Muchtar, S. Ag. (*)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help