PosKupang/

Kasus Pembunuhan Joao Vicente, Polisi di Belu Dinilai Tak Mampu Tangkap Marius

Aparat Polres Belu hingga saat ini belum mampu menangkap Marius Oktovianus Mesak alias Marius.

Kasus Pembunuhan Joao Vicente, Polisi di Belu Dinilai Tak Mampu Tangkap Marius
ISTIMEWA
Dua tersangka pembunuhan, Danker dan Man, saat berada di Tahanan Polres Belu beberapa waktu lalu 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Edy Bau

POS KUPANG.COM,  ATAMBUA - Aparat Polres Belu hingga saat ini belum mampu menangkap Marius Oktovianus Mesak alias Marius.

Padahal, Marius sudah ditetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak sebulan lalu dalam kasus pembunuhan terhadap petugas sekuriti Kantor LVRI Belu, Joao Ferreira Vicente.

Menurut informasi yang dihimpun Pos Kupang di Atambua, sekitar seminggu lalu pihak keluarga korban mendatangi Kapolres Belu untuk meminta polisi segera menangkap semua pelaku serta segera menahan sejumlah orang yang diduga terlibat dalam pembunuhan itu.

Kapolres Belu, AKBP Yandri Irsan yang dikonfirmasi Selasa (25/6/2017) malam menyatakan benar bahwa  tersangka yang masuk dalam DPO yakni Marius belum berhasil ditangkap.

“Ya, kalau kita dapat DPO pasti langsung ditahanlah. Ini masalahnya tersangka masih lari, belum kita dapat,” ujarnya.

Terkait desakan untuk menahan sejumlah orang yang diduga terlibat, Kapolres mengatakan, penyidik masih terus melakukan pendalaman terhadap kasus ini, termasuk untuk menemukan alat bukti yang cukup untuk menetapkan tersangka.

“Terkait tersangka lain kita juga masih dalami. Kita lakukan penetapan tersangka harus berdasarkan fakta hukum yaitu minimal dua alat bukti. Kita tidak bisa tetapkan tersangka atas dasar praduga atau paksaan orang lain atau kelompok,” jawabnya.

Untuk diketahui, dalam kasus pembunuhan ini penyidik telah menetapkan empat tersangka. Tiga tersangka yakni Daniel Seran alias Danker, Herman Berek alias Man dan Ayu K. Mayor alias Ayu sudah ditahan di Rutan Atambua. Sedangkan Marius masih DPO.

Pada tanggal 19 Juli 2017 lalu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Belu, Rivo Cv. Medellu memperpanjang masa penahanan tiga tersangka selama 40 hari ke depan terhitung mulai tanggal 20 Juli sampai tanggal 28 Agustus 2017.

Sebelumnya diberitakan, Sekuriti Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Cabang Belu, Joao Vicente (57) ditemukan tewas di Hutan Baun, Desa Bakustulama, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Senin (26/6/2017) sekitar pukul 13.00 wita.

Diduga Joao tewas usai ditusuk menggunakan benda tajam sebanyak puluhan kali di sekujur tubuhnya.

Saat ditemukan, ada beberapa luka dan ususnya terburai. (*)

Penulis: Frederikus Riyanto Bau
Editor: agustinus_sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help