PosKupang/

Direktur YPPS Larantuka Minta Perkuat Penegakan Hukum Soal Pengrusakan Laut

Ini permintaan dari Direktur Yayasan Pengkajian dan Pengembangan Sosial (YPPS) Flores Timur Melki Kolibaran soal pengrusakan laut

Direktur YPPS Larantuka Minta Perkuat Penegakan Hukum Soal Pengrusakan Laut
Pos Kupang/Felix Janggu
Melki Kolibaran 

Laporan wartawan Pos Kupang, Felix Janggu

POS KUPANG.COM, LARANTUKA - Direktur Yayasan Pengkajian dan Pengembangan Sosial (YPPS) Flores Timur Melki Kolibaran mengharapkan Kementerian Kelautan RI perkuat para pemerintah daerah dalam melalukan penegakan hukum terhadap nelayan pengrusak laut.

Masalah urgen yang perlu mendapat perhatian pemerintah selain keadilan wilayah penangkapan ikan bagi nelayan, tapi juga pencurian ikan dan pengrusakan laut.

"Regulasi membatasi kewenangan daerah. Kita minta pemerintah pusat memperkuat pemerintah daerah dalam menegakan hukum terhadap pelaku pengrusakan laut," kata Melki.

Melki mengatakan meski telah diatur regulasi, perebutan wilayah tangkap antar nelayan tradisional dan nelayan yang memiliki alat tangkap modern masih saja terjadi.

"Regulasi memang membatasi nelayan agar tidak rakus mengeruk kekayaan laut. Masih banyak yang tidak taat sehingga perebutan kekayaan laut ini masih terjadi," kata Melki.

Melki mengungkapkan banyak pelaku bom ditangkap selama ini, namun hukuman yang diberikan belum memberi efek jera kepada masyarakat pelaku pengeboman.

Ia tetap sepakat dengan sikap tegas pemerintahan Anton-Agus saat ini yang akan membakar kapal-kapal nelayan yang melakukan pengrusakan laut.

"Membakar kapal itu sok terapi bagi para nelayan bukan hanya kepada nelayan tetapi juga kepada para pemilik kapal," kata Melki.

Melki mengungkapkan teluk Kota Larantuka harus menjadi lumbung ikan bagi para melayan.

Karena itu rumpon yang dipasang di pintu-pintu masuk teluk seharusnya dibuka agar ikan-ikan bisa menjadi penghidupan bagi para nelayan tradisional.

"Kalau rumpon tetap dipasang di pintu masuk wilayah selat antara tiga pulau ini, maka rumpon palang ikan tidak masuk. Nelayan kecil kita cepat atau lambat kesulitan," kata Melki. (*)

Penulis: Felix Janggu
Editor: marsel_ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help