PosKupang/

VIDEO: Rekrutmen Karyawan Kopdit Swasti Sari Berlangsung Ketat

Proses seleksi penerimaan karyawan Kopdit Swasti Sari berlangsung ketat. Ada 8 tahapan penerimaan

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Hermina Pello

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Proses seleksi penerimaan karyawan Kopdit Swasti Sari berlangsung ketat. Ada 8 tahapan penerimaan.

Pelaksanaan ujian dilakukan dalam delapan tahap untuk mendapatkan 59 calon karyawan yang terbaik yang akan diterima.

General Manager Kopdit Swasti Sari, Yohanes Sason Helan, Senin (24/7/2017) saat pelaksanaan testing tertulis mengatakan Swasti Sari sangat ketat untuk rekrut karyawan karena lembaga ini mau kuat dari dari dalam, membentuk karyawan yang kompeten, profesional, jujur, rela, berkorban dan kompak.

"Tidak lihat agama dan suku. Semua kami terima. Tidak ada KKN dan neko-neko," ujarnya.

Testing ini sesuai dengan rencana kerja dan anggaran tahun buku 2017.

"Semua sudah diputuskan dan disetujui RAT sebagai pemegang kendali. Jumlah yang lamar sebanyak 530 orang dan ada banyak yang gugur karena adminstrasi. Yang ikut testing sebanyak 326 orang. Sementara formasi yang diterima sesuai rencana kerja hanya 59 orang," katanya sambil menambahkan enam kebutuhan di bidang keuangan, bidang perkreditan, IT, umum , security dan cleaning service.

Yohanes mengatakan bahwa setelah testing tertulis dilanjutkan dengan testing keterampilan yakni komputer dan laptop. Kemudian testing kesehatan di Lab Prodia untuk periksa jantung, hepatitis dan TBC. Dilanjutkan dengan psikotes, public speaking, dan orientasi di Brigif Komodo.

"Orientasi ini untuk pembentukan mental selama empat hari. Tujuannya untuk pembentukan mental dan ketahanan kerja, fisik yang harus disiapkan, jalan tengah malam tidur di atas pohon, lewati jurang yang berbahaya. Karena tidak semua ditempatkan di kota, tapi di kampung atau daerah terpencil sehingga mereka harus selalu siap di tempat mana saja harus siap untuk menjalankan tugas," jelasnya. (*)

Penulis: hermina_pello
Editor: agustinus_sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help