PosKupang/

Berniat dan Berminat ke Merauke, Gagal Ditangan Polisi

Ini yang dialami satu keluarga yang berniat untuk ke Merauke namun gagal setelah ditangkap polisi

Berniat dan Berminat ke Merauke, Gagal Ditangan Polisi
Pos Kupang/Eflin Rote
Sebanyak 93 calon tenaga kerja ilegal batal berangkat ke Merauke diamankan di Polres Kupang Kota. Mereka ditemukan di rumah Zevanya Bislisin di Alak, Kupang, Senin (24/7/2017) malam 

Laporan Reporter Pos Kupang, Eflin Rote

POS KUPANG.COM, KUPANG - Yanti Ndeo (21) bersama suaminya Marten Baunsele harus menguburkan impian mereka untuk mendirikan rumah bagi sang ayah.

Ia dan suami awalnya akan berangkat ke Merauke, menjadi pekerja di kebun kelapa sawit dan akan di bayar per hari Rp 106 ribu.

Namun keberangkatan mereka diduga ilegal sehingga mereka diangkut dan dibawa ke Polresta Kupang Kota.

"Saya ada keluarga di Papua yang kerja juga disana. Gajinya lumayan makanya saya dan suami mau berangkat. Kami mau bangun rumah buat bapak, kami mau berangkat Papua biar dapat pekerjaan yang baik," ucap Yanti, Selasa (25/7/2017) di Kupang.

Ketika berada di kampungnya, Yanti mengaku tidak memiliki pekerjaan. Hal ini yang membuat Yanti ingin berangkat ke Papua. Yanti juga mengungkapkan jikalau mereka tidak dipaksa dan keberangkatan ini berdasarkan keinginan mereka.

Yanti pun mengaku bingung karena ia meminjam uang milik tetangganya sebesar Rp 1 juta 250 ribu.

"Saya janji di tetangga, uangnya nanti saya kembalikan kalau sudah dapat upah dari kebun kelapa sawit. Tapi kami tidak jadi berangkat, sekarang saya bingung bagaimana harus mengembalikan uangnya," lanjut Yantim. (*

Penulis: Eflin Rote
Editor: marsel_ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help