VIDEO: Bulog Atambua Tak Berani Distribusi 1.000 Ton Beras di Gudang Atapupu, Ini alasannya

Saat ini ada sekitar 1.000 ton beras di gudang Bulog Atapupu. Beras ini merupakan persediaan sejak tahun 2016.

Laporan Wartawan Pos Kupang, Edy Bau

POS KUPANG.COM, ATAMBUA - Saat ini ada sekitar 1.000 ton beras di gudang Bulog Atapupu.

Beras ini merupakan persediaan sejak tahun 2016.

Meski sudah tersedia di gudang, pihak Bulog tidak berani mendistribusikan kepada masyarakat di tiga kabupaten dalam wilayah kerjanya, yakni Belu, TTU dan Malaka.

Menurut Kepala Bulog Subdivre Atambua, Simon Melky Lakapu, beras sebanyak 1.000 ton itu harus melalui proses penyortiran sebelum dibagikan kepada masyarakat atau keluarga penerima manfaat (KMP).

“Di sini tertulis beras dalam proses perawatan. Kita tidak berani distribusi. Harus disortir dulu,” ujarnya kepada wartawan di gudang Atapupu, Jumat (21/7/2017).

Dia menyebutkan, kebutuhan Rastra untuk tiga kabupaten yang merupakan wilayah kerja Bulog Divre Atambua selama setahun sebanyak 8.989,740 ton dan yang sudah ada saat ini di gudang Bulog sebanyak 4.000 ton lebih.

Pantauan Pos Kupang di Gudang Bulog Atapupu, Jumat (21/7/2017) siang, para buruh sedang melakukan penyortiran beras untuk mendapatkan beras yang layak konsumsi.

Beras yang sudah disortir dimasukkan ke dalam karung berlogo Bulog untuk didisribusikan.

Tampak Kepala Gudang Bulog, Yogi memantau proses penyortiran beras ini.

Adapun beras dalam karung ukuran 15 kilogram dan ukuran 50 kilogram diatur rapi memenuhi gudang Bulog yang terletak di Desa Kenebibi, Kecamatan Kakuluk Mesak ini.

Pada karung beras itu terpasang tulisan beras sedang dalam perawatan.

Para petugas berdiri di depan pintu gudang Bulog Atapupu, Sabtu (22/7/2017).
Para petugas berdiri di depan pintu gudang Bulog Atapupu, Sabtu (22/7/2017). (POS KUPANG/EDY BAU)

(*)

Penulis: Fredrikus Royanto Bau
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved