Jeremy Thomas Minta Maaf ke Instansi Kepolisian

saya Jeremy Thomas sebagai orangtua dan sebagai ayah yang lahir sebagai manusia, biasa tidak luput dari kekurangan

Jeremy Thomas Minta Maaf ke Instansi Kepolisian
KOMPAS.com/IRFAN MAULLANA
KOMPAS.com/IRFAN MAULLANA Jeremy Thomas membuat laporan dugaan penyerobotan vila yang dilakukan oleh seorang warga negara Australia di Sentra Pelayanan Kepolisian Polda Metro Jaya, Rabu (8/10/2014). 

POS KUPANG.COM, KEBAYORAN BARU -- Aktor lawas Jeremy Thomas (45) meminta maaf kepada institusi kepolisian, atas perilakunya dalam mengurusi kasus putra sulungnya itu, Axel Matthew Thomas (19) selama satu minggu ini.

Jeremy menjelaskan, langkah permintaan maafnya kepada pihak kepolisian agar permasalahan Axel, bisa segera selesai dan putranya bisa kembali ke keluarga.

"Disini saya mau mengajukan permintaan maaf kepada Kapolri, Kapolda, dan juga Kapolres serta seluruh jajarannya, atas perilaku saya dan keluarga yang tidak menyenangkan dalam kasus Axel selama ini," kata Jeremy Thomas, dengan raut wajah yang lesu dan pasrah, saat ditemui di kawasan SCBD, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (21/7/2017).

Permintaan maaf Jeremy dan keluarga dikarenakan ia sadar bahwa langkah arogannya kepada kepolisian Polres Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, saat kasus penganiayaan terhadap Axel, di Hotel Kristal, Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu (15/7/2017) lalu.

"Setelah dipikirkan dengan matang, saya Jeremy Thomas sebagai orangtua dan sebagai ayah yang lahir sebagai manusia, biasa tidak luput dari kekurangan," ucapnya.

"Saya ingin dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya atas kesalah pahaman atas miss leadingnya pemberitaan membuat ketegangan antara saya dan institusinya," sambungnya.

Lajut Jeremy, ia ingin instansi kepolisian yang sempat bersitegang dengannya selama satu minggu belakangan ini, untuk menerima permohonan maaf darinya.

"Saya meminta maaf atas institusi polri. Khususnya Kapolda Metro Jaya, Kapolres Bandara Soekarno Hatta yang melakukan operasi, atas ketidak nyamanan, kelalaian, dan peristiwa yang mengganggu proses kerja mereka. Saya minta maaf dan meminta dibukakan pintu maaf yang selebar-lebarnya," ujar Jeremy Thomas. (*)

Editor: Alfons Nedabang
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help