Warga Dafala Diminta Tidak Menyimpan Senjata Api, Bisa Ditindak Karena Melanggar Hukum

Memiliki senjata api, amunisi dan bahan peledak lainnya merupakan tindakan melanggar hukum dan bisa ditindak.

Warga Dafala Diminta Tidak Menyimpan Senjata Api, Bisa Ditindak Karena Melanggar Hukum
POS KUPANG/EDY BAU
Anggota Satgas Pamtas RI-RDTL, Yonif Raider 712/Wiratama, Lettu (Chk) Sigit Tri Nugroho, S.H saat tampil sebagai pemateri dalam kegiatan penyuluhan hukum di Aula Rumah Baca Desa Dafala, Selasa (18/7/2017). 

Laporan Wartawan Pos Kupang. com, Edy Bau

POS KUPANG. COM, ATAMBUA - Warga Desa Dafala, Kecamatan Tasifeto Timur (Tastim) diminta untuk tidak menyimpan senjata api atau bahan peledak (handak) di rumahnya.

Memiliki senjata api, amunisi dan bahan peledak lainnya merupakan tindakan melanggar hukum dan bisa ditindak.

Hal ini disampaikan Anggota Satgas Pamtas RI-RDTL, Yonif Raider 712/Wiratama, Lettu (Chk) Sigit Tri Nugroho, S.H saat tampil sebagai pemateri dalam kegiatan penyuluhan hukum di Aula Rumah Baca Desa Dafala, Selasa (18/7/2017).

Hadir dalam kegiatan ini, Kepala Desa Dafala, Leonardus Kehi beserta perangkat desa dan masyarakat setempat.

Lettu Sigit menyebutkan, penyuluhan hukum ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider 712/Wt dengan melihat kasus-kasus pelanggaran yang sering terjadi di lingkungan perbatasan yaitu pelanggaran pelintas batas ilegal, main hakim sendiri dan juga kepemilikan senjata api dan amunisi serta bahan peledak.

“Kami berharap, warga dapat memahami aturan-aturan yang berlaku sehingga tidak ada lagi terjadi kasus pelanggaran serupa serta menumbuhkan kesadaran warga bahwa menyimpan senjata api dan bahan peledak adalah tindak pidana yang dapat dikenakan sanksi yang tegas,” ujar Lettu Sigit.

Selain Lettu Sigit, pemateri lainnya adalah Letda Ckm dr. Andriyan M. Leonard yang membawakan materi tentang meningkatkan kesadaran warga untuk hidup bersih dan hidup sehat.

Menurut Letda Ckm Adriyan M. Hutagaol, masalah kesehatan yang dihadapi warg Dafala cukup kompleks mulai dari penyakit kulit, sakit pinggang, busung lapar.

Anggota Satgas Pamtas RI-RDTL, Yonif Raider 712/Wiratama, Lettu (Chk) Sigit Tri Nugroho, S.H saat tampil sebagai pemateri dalam kegiatan penyuluhan hukum  di Aula Rumah Baca Desa Dafala, Selasa (18/7/2017).
Anggota Satgas Pamtas RI-RDTL, Yonif Raider 712/Wiratama, Lettu (Chk) Sigit Tri Nugroho, S.H saat tampil sebagai pemateri dalam kegiatan penyuluhan hukum di Aula Rumah Baca Desa Dafala, Selasa (18/7/2017). (POS KUPANG/EDY BAU)

Masalah-masalah tersebut, lanjutnya, muncul hanya dari kurangnya pengetahuan warga tentang kesehatan oleh Karena itu dengan diadakannya penyuluhan ini diharapkan warga bisa menjaga kesehatan dan kebersihan diri serta lingkungannya agar terwujud warga perbatasan yang sehat dan bersih.

Kepala Desa Dafala Bapak Leonardus Kehi mengatakan banyak terimakasih kepada anggota Satgas Yonif Raider 712/Wt yang senantiasa peduli akan kehidupan warga kami baik itu dibidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi, dengan banyaknya bantuan dan ilmu yang diberikan, warga sangat banyak terbantu dan banyak masalah-masalah yang sedikit demi sedikit bisa dipecahkan. (*)

Penulis: Fredrikus Royanto Bau
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved