Pastor Asal NTT Temani SBY Sekeluarga di Vatikan, Agus Penasaran Lihat Tempat yang Satu Ini

Pak SBY dan Ibu Ani Yudhoyono bersama rombongan sangat terkesan dengan nilai-nilai universal dari pahatan yang khas

Pastor Asal NTT Temani SBY Sekeluarga di Vatikan, Agus Penasaran Lihat Tempat yang Satu Ini
ISTIMEWA
Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono berbincang dengan Pater Markus Solo, SVD (kanan) dan Dubes RI untuk Vatikan Agus Sriyono, Minggu (16/7/2017). 

POS KUPANG.COM -- Seusai melihat makam Paus Johannes Paulus II di dalam Kapela Sebastiano, saya (Pastor Markus Solo Kewuta, SVD) mengajak Presiden keenam Repulik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan keluarga berkunjung ke Pieta, master piece dari Michelangelo.

Pak SBY dan Ibu Ani Yudhoyono bersama rombongan sangat terkesan dengan nilai-nilai universal dari pahatan yang khas Kristiani itu karena menampilkan Bunda Maria yang sedang memangku jasad Yesus yang sudah meninggal.

Di situ ibu Ani bertanya kepada saya: Romo, Yesus meninggal pada umur berapa? Begitu saya mau jawab, putra beliau, Pak Agus Harimurti, yang mantan calon Gubernur Jakarta itu, langsung menjawab dengan benar: 33 tahun. Wah.. saya langsung mengucapkan selamat kepada Pak Agus. Semua senyum dan tertawa.

Pastor  Markus Solo, SVD (kedua dari kanan) bersama Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono, Ibu Ani, Dubes RI untuk Vatikan Agus Sriyono dan keluarga SBY di Lapangan St Petrus, Minggu (16/7/2017).
Pastor Markus Solo, SVD (kedua dari kanan) bersama Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono, Ibu Ani, Dubes RI untuk Vatikan Agus Sriyono dan keluarga SBY di Lapangan St Petrus, Minggu (16/7/2017). (ISTIMEWA)

Di depan Pieta, tiba-tiba sekelompok Suster Indonesia dari NTT terkejut melihat Pak SBY. Mereka sangat gembira berjabatan tangan dan sekalian foto bersama Pak SBY dan Ibu Ani. Pak SBY berpesan kepada mereka untuk tetap semangat, menjaga kesehatan selalu dan berkarya demi kebahagiaan banyak orang.

Baca: Pastor Asal NTT Temani SBY Sekeluarga di Vatikan, Ibu Ani dengan Gesit Melakukan Hal ini

Dari sana kami ke ruang tengah Basilika, mengambil beberapa foto bersama. Saat itu pihak sekuriti Vatikan datang menyampaikan kepada saya, kalau mereka sudah berkoordinasi dengan sekuriti Lapangan Santo Petrus bahwa semua siaga menjaga kalau kami keluar menuju Lapangan Santo Petrus. Ketika keluar, mobil polisi Vatikan sudah berjaga, beberapa lagi berkeliaran memantau di antara khalayak.

Kami keluar menuju Lapangan Santo Petrus. Di bawah patung Santo Petrus kami berdiri, saya menjelaskan tentang Istana Kepausan, Lapangan Santo Petrus dan Balkon tempat penampakan Paus terpilih serta Berkat Urbi et Orbi. Pak Agus ingin melihat dari mana asap keluar kalau ada pemilihan Paus saat konklav. Saya mengundang mereka ke Lapangan Santo Petrus supaya bisa melihat bubungan Kapel Sistina tempat asap keluar. Di sana saya menjelaskan kepada mereka tentang konklav dan tentang Obelisk yang menjulang di tengah lapangan.

Cuaca panas. Kami tutup dengan foto-foto lalu bergerak menuju kendaraan-kendaraan yang sedang siap di depan Sant'Ufficio, samping Lapangan Santo Petrus.

Dalam perjalanan pulang, Pak Dubes Agus Sriyono dan saya mengucapkan terima kasih kepada Pak SBY dan Ibu Ani yang sudah mengambil waktu mampir ke Vatikan dan mengenal Vatikan dari dalam. Pak SBY dan Ibu Ani menjawab: Sebaliknya kamilah yang sangat berterima kasih sudah diterima dan dihantar dengan begitu baik dan dengan penjelasan yang sangat baik pula. Mereka nampak puas.

Di depan mobil-mobil, Pak SBY kembali memanggil saya: Romo, banyak terima kasih, memegang tangan saya erat-erat. Mengulangi apa yang sudah beliau katakan dua kali dalam perjalanan di dalam Basilika: Romo, mari kita bekerjasama untuk kemuliaan Tuhan dan kesejahteraan seluruh umat manusia..

Halaman
12
Penulis: dion_db_putra
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved