PosKupang/

Setya Novanto: Insya Allah Apa yang Dituduhkan Tidak Benar

Allah tahu apa yang saya lakukan Insyaallah apa yang dituduhkan itu semuanya tidak benar. Saya tunggu proses selanjutnya

Setya Novanto: Insya Allah Apa yang Dituduhkan Tidak Benar
kompas.com
Ketua DPR RI Setya Novanto memenuhi panggilan sebagai saksi dalam sidang dugaan korupsi e-KTP di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (6/4/2017). (KOMPAS.com/ AMBARANIE NADIA) 

POS KUPANG.COM, JAKARTA -- Ketua DPR RI Setya Novanto mengaku mulai merenungkan nasibnya pasca jadi tersangka di kasus pengadaan e-KTP.

Novanto pun sudah menyiapkan pengacara untuk menghadapi tuduhan hukum tersebut.

"Saya akan merenung baik-baik dan akan konsultasikan dengan kuasa hukum," ungkap Novanto di gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Selasa (18/7/2017).

Novanto mengaku sudah memberikan penjelasan kepada keluarganya di kasus pengadaan proyek e-KTP.

"Kepada keluarga istri dan anak. Saya beri pengertian terutama anak saya yang paling kecil," ujar Novanto.

Ketua Umum partai Golkar pun membantah terlibat dalam proyek pengadaan e-KTP. Namun Novanto tidak ingin menunggu proses hukum yang dilakukan oleh KPK.

"Allah tahu apa yang saya lakukan Insyaallah apa yang dituduhkan itu semuanya tidak benar. Saya tunggu proses selanjutnya," ungkap Novanto.

Sebelumnya diberitakan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo mengumumkan langsung penetapan tersangka baru kasus korupsi e-KTP.

Setelah menetapkan tiga tersangka sebelumnya, yakni Irman, Sugiharto dan Andi Agustinus (AA) alias Andi Narogong, kini giliran Setya Novanto, Ketua DPR RI yang diumumkan menjadi tersangka.

"Bismilah, saya akan sampaikan perkembangan pengusutan korupsi e-KTP. Setelah mencermati fakta persidangan terhadap 2 terdakwa dalam dugaan korupsi e-KTP tahun 2011-2012, KPK menemukan bukti permulaan yang cukup untuk tetapkan seorang lagi tersangka. KPK menetapkan saudara SN, anggota DPR RI periode 2009-2014 sebagai tersangka," ungkap Agus Rahardjo, Senin (17/7/2017) di KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.(*)

Editor: Alfons Nedabang
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help