PosKupang/

Sepuluh Anak Korban Kekerasan di Panti Asuhan Pelita Hidup Dipulangkan

Ini yang dikatakan anak-anak korban kekerasan saat kembali ke kampung halamannya di Pulau Sumba

Sepuluh Anak Korban Kekerasan di Panti Asuhan Pelita Hidup Dipulangkan
Pos Kupang/Eflin Rote
Anak-anak korban kekerasan saat pulang kampung di Pulau Sumba 

Laporan Reporter Pos Kupang, Eflin Rote

POS KUPANG.COM, KUPANG - Raut muka YBK (16) terlihat gembira. Ia mengaku tak sabar ingin segera naik pesawat dan pulang ke kampung halamannya di Kodi, Sumba Barat Daya.

YBK bersama sembilan teman lainnya akhirnya pulang ke kampung halaman mereka. YBK mengaku bangun dari pukul 03.30 Wita untuk mempersiapkan keberangkatannya.

"Saya senang karena mau pulang. Apalagi mau naik pesawat. Teman-teman yang lain ada yang takut muntah, tapi saya tidak," ucap YBK di Bandar Udara El Tari Kupang, Selasa (18/7/2017).

YBK berkata, ia tidak mau lagi datang ke Kupang karena takut dipaksa bekerja lagi. YBK dan sembilan teman lainnya menjadi korban kekerasan yang dilakukan Sony Patola.

YBK yang tahun ini naik ke kelas dua SMP tak sabar ingin bertemu kedua orangtua dan saudara-saudaranya. Setibanya di Sumba, YBK berjanji akan terus bersekolah.

"Saya harus terus sekolah, bantu orangtua di kebun, main bersama teman-teman. Kalau diajak ke Kupang lagi, saya tidak mau. Saya mau tinggal di kampung saja," ucap YBK.

Sepuluh anak korban kekerasan ini didampingi Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial NTT, Yeremias Sine dan perwakilan dari Save Children, Intan.

Sebelumnya, anak-anak korban kekerasan Soni Patola di Panti Asuhan Pelita Hidup ditunda kepulangannya karena kunjungan Presiden RI Jokowi ke Sumba Barar Daya. Kepala Dinas Sosial Provinsi NTT, Drs Willem Fony terus melakukan koordinasi bersama bupati SBD.

Sepuluh anak-anak ini menjadi korban kekerasan di Panti Asuhan Pelita Hidup. Mereka dipaksa bekerja mendirikan bangunan, mendapatkan makanan yang tak layak bahkan ada yang mendapatkan pelecehan seksual. Selama di Kupang, mereka ditampung di Rumah Penampungan Trauma Center (RPTC).(*)

Penulis: Eflin Rote
Editor: marsel_ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help