PosKupang/
Home »

Video

VIDEO:Orangtua Murid di Kupang Resah Anak Belum Pakai Seragam Putih Biru

Ini kekuatiran orangtua murid terkait dengan sistem penerimaan siswa baru berdasarkan zona

Laporan Wartawan Pos Kupang, Yeni Rachmawati

POS KUPANG. COM, KUPANG -- Ruang Rapat Komisi IV Kota Kupang'>DPRD Kota Kupang pagi itu sekitar pukul 11.00 Wita dipenuhi oleh orangtua, Senin (17/7/2017).

Kehadiran para orangtua diterima oleh Wakil Ketua Komisi IV, Theodora Ewalda Taek, Sekretaris Komisi IV, Yuvensius Tukung, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Filmon J Lulupoy beserta para anggota Komisi IV

Karena terbatasnya fasilitas kursi yang tersedia, banyak orangtua yang berdiri untuk bisa segera mendapatkan jawaban dari para wakil rakyat.

Ferdinand Pello yang duduk berhadapan dengan Wakil Ketua Komisi IV membawa aspirasi dari orangtua atas tidak lulusnya anak mereka di sekolah sesuai pilihan.

Ferdinand mengatakan masyaralat merasa sangat resah dengan penerimaan secara online. Banyak terjadi masalah dan kendala dari system ini.

Misalnya, anak bermukim di kelurahan Airnona tapi tidak diterima di system tersebut. Ada penerimaan di luar zona dengan ketentuan nilai 75,00 ternyata hanya beberapa saja yang diterima. Ini sangat mengecewakan.

"Kita di sini minta bapak-bapak perwakilan dari masyarakat untuk bagaimana caranya untuk menerima anak-anak bisa bersekolah di situ. Kami meminta yang ada di sini untuk anak-anak bisa bersekolah di sekolah terdekat. Anak saya mati-mati mau di SMP N 2 KUpang, Karena melihat mutu pendidikannya bagus. Karena system zona, inilah yang repot. Kalau ada kata di luar zona anak saya punya nilai di atas 75 kenapa tidak diterima. Ini belum ada sosialisasi yang benar, tiba-tiba saja turun dan membuat masyarakat kaco balo, bapak-ibu bagaimana caranya memperjuangkan itu.

Cory Muskanan dari kelurahan Oepura, menambahkan petunjuk PPDB Onine bahwa anak harus memilih tiga sekolah sesuai zona. Jadi seharusnya bila tidak sesuai zona, maka tidak usah diterima. Jadi jangan diverifikasi lagi di sekolah itu, agar bisa mendaftar di sekolah lainnya.

"Mengapa hanya diverifikasi di satu sekolah saja, tapi semua tidak diterima. Di luar zona ditentukan nem 75, berarti anak-anak bisa sekolah. Tapi anak-anak tidak bisa terima di sekolah tersebut. Ini sudah ditutup bagaimana bisa anak bersekolah?," tanyanya.

Wakil Ketua KomisiIV Kota Kupang'>DPRD Kota Kupang, Theodora mengatakan dewan sudah memprediksikan bahwa akan terjadi gejolak seperti ini, sehingga sudah melakukan rapat koordinasi dengan Dinas Pendidkan dan Kebudayaan kota. (*)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: marsel_ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help