PosKupang/

Obat Antiobiotik Habis di RSUD Lewoleba Diduga Anggaran Tidak Cukup

Dicoretnya Rp 600 juta dari usulan pengadaan obat-obat tersebut, disebabkan oleh devisitnya anggaran yang mendera kabupaten itu

Obat Antiobiotik Habis di RSUD Lewoleba Diduga Anggaran Tidak Cukup
POS KUPANG/FRANS KROWIN
Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur bersama Wakil Bupati Thomas Ola Langoday saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lewoleba, Senin (17/7/2017) siang. 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Frans Krowin

POS KUPANG.COM, LEWOLEBA - Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lewoleba, dr. Geryl Huar Noning, mengatakan, habisnya persediaan obat-obatan antibiotik di rumah sakit, disebabkan oleh minimnya anggaran untuk itu.

Kepada Pos Kupang, Senin (17/7/2017) siang, Geryl menangatakan, pada tahun 2016, manajemen mengajukan permohonan anggaran pengadaan obat-obatan untuk kebutuhan pasien di rumah sakit tersebut senilai Rp 2,1 miliar.

Namun dari usulan tersebut, lanjut Geryl, dana yang disetujui dialokasikan untuk kebutuhan obat-obatan, hanya Rp 1,5 miliar. Sedangkan Rp 600 juta lainnya dicoret. Ia tidak tahu alasan pencoretan tersebut.

Meski demikian ia menduga, dicoretnya Rp 600 juta dari usulan pengadaan obat-obat tersebut, disebabkan oleh devisitnya anggaran yang mendera kabupaten itu.

“Waktu itu kami mengajukan usul pengadaan obat-obatan senilai Rp 2,1 miliar. Besarnya dana itu sudah kami hitung secara detail untuk kebutuhan pasien sepanjang tahun 2017. Kalau dana itu diakomodir, maka rumah sakit tidak mengalami kehabisan obat-obatan antibiotik seperti sekarang,” ujarnya.

Akan tetapi, lanjut dia, lantaran usulan Rp 2,1 miliar itu dipangkas sebagian, maka risiko yang terjadi seperti ini. Habisnya beberapa stok obat antibiotik itu disebabkan oleh ketiadaan dana untuk pengadaan barang habis pakai tersebut.

Saat ini, ungkap Geryl, pihak rumah sakit hanya memiliki anggaran Rp 160 juta untuk pembelian obat-obatan tersebut. Ketersediaan dana itu, tidak bisa memenuhi kebutuhan rumah sakit dalam melayani pasien untuk hari-hari ke depan.

Meski demikian, katanya, ada solusi yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut, yakni mengajukan nota pertimbangan kepada bupati untuk mengalokasikan Rp 600 juta untuk pembelian obat-obatan tersebut.

“Kami sudah menyiapkan nota pertimbangan. Nota pertimbangan itu akan segera kami serahkan kepada bupati. Seperti apa hasilnya nanti, saya optimis Pak Bupati akan melakukan yang terbaik untuk rumah sakit ini,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan, ketiadaan obat antibiotik yang dihadapi rumah sakit saat ini, seyogyanya tidak terjadi, manakala alokasi anggaran yang diusulkan, tidak dipangkas. Sebab, rumah sakit tak punya dana cadangan untuk itu.

“Kami mau ambil uang dari mana untuk membelanjakan kebutuhan rumah sakit, seperti obat antibiotik ini, karena kami tidak punya uang. Untuk itu, kami akan mengajukan nota pertimbangan kepada bupati untuk dipertimbangkan. Jadi masalah ini akan segera diatasi,” ujar Geryl. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: agustinus_sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help