PosKupang/

Kasat Lantas Sebut Korban Meninggal Sebagai Tersangka Kasus Lakalantas di Polen TTS

Sementara status Yohanes Feka (18), sopir mobil pick up, akan ditentukan setelah gelar perkara.

Kasat Lantas Sebut Korban Meninggal Sebagai Tersangka Kasus Lakalantas di Polen TTS
pos kupang
Kasat Lantas Polres TTS, Iptu Aulia Robby Kartika Putra 

Laporan Wartawan Pos Kupang.com, Novemy Leo

POS KUPANG.COM, SOE -- Kasat Lantas Polres TTS, Iptu Aulia Robby Kartika Putra, SIK mengatakan Stanislaus Woi (47), korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di Polen, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Minggu (16/7/2017) sebagai tersangka.

Sementara status Yohanes Feka (18), sopir mobil pick up, akan ditentukan setelah gelar perkara.

Robby Putra mengatakan kesimpulan sementara hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) menyebutkan korban meninggal dunia, Stanislaus Woi yang menjadi tersangka sehingga kasus ini kemungkinan ditutup.

Lakalantas yang menewaskan Stanislaus Woi terjadi di ruas jalan jurusan Niki- Niki menuju arah Kefamenanu, di wilayah Desa Loli, Minggu (16/7/2017) sekitar pukul 14.15 Wita

Saat itu mobil Daihtasu GrandMax DH 9741 AG yang dikemudikan Yonas Feka (18) melaju dari arah Niki-Niki menuju arah Kefamenanu. Sesampainya di TKP, dari arah berlawanan datang sepeda motor Honda Minerva DH 6897 CI yang dikendarai Stanislaus Woy (47), melaju dengan kecepatan tinggi.

"Ban belakang sepeda motor selip pada ceceran bahan material pasir sehingga sepeda motor tersebut oleng dan tidak terkendali menuju jalur kanan jalan dan menabrak bagian kanan mobil Daihatsu," jelas Robby Putra.

Dia mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan pemeriksaan saksi.

"Kesimpulan sementara bahwa titik tabrak di jalur pengemudi mobil pick up dan yang keluar jalur adalah sepeda motor. Besok kami lanjutkan pemeriksaan terhadap pengemudi mobil pick up," katanya.

"Kemungkinan besar hasil olah TKP, tersangkanya adalah pengemudi sepeda motor yang telah meninggal dunia itu. Tapi kesimpulan ini mesti harus dikuatkan dengan hasil gelar perkara nanti," ujar Robby Putra.

Menurut Robby, jika dalam gelar perkara itu pengendara sepeda motor dinyatakan bersalah maka kasus itu ditutup demi hukum.

Namun jika pengendara mobil pick up yang bersalah maka dia akan ditetapkan sebagai tersangka dan kasus ini akan diproses terus.

Akibat dari lakalantas itu pengendara sepeda motor, Stanislaus menderita luka berat. Korban mengalami patah di pergelangan kaki kiri, keluar darah dari mulut dan memar pada alis mata.

Korban sempat dievakuasi ke Puskesmas Polen untuk mendapatkan perawatan namun nyawanya tidak tertolong. (*)

Penulis: omdsmy_novemy_leo
Editor: Alfons Nedabang
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help