PosKupang/

Bendahara PNPM Ini Ditahan Jaksa di Kejari Ende dengan Dugaan Penyelewengan Dana

Bendahara PNPM di Kecamatan Lio Timur, Kabupaten Ende, Fransiska Florida Wea, ditahan jaksa pada Kejaksaan Negeri Ende

Bendahara PNPM Ini Ditahan Jaksa di Kejari Ende dengan Dugaan Penyelewengan Dana
POS KUPANG/ROMUALDUS PIUS
Bendahara PNPM Mandiri, Fransiska Florida Wea bersiap naik mobil tahanan Kejari Ende, Senin (17/7/2017). 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Romualdus Pius

POS KUPANG. COM, ENDE - Bendahara PNPM di Kecamatan Lio Timur, Kabupaten Ende, Fransiska Florida Wea, ditahan jaksa pada Kejaksaan Negeri Ende karena diduga menyelewengkan dana PNPM Mandiri di kecamatan tersebut.

Kepala Kejaksaan Negeri Ende, Muji Martopo yang dikonfirmasi melalui Kasi Intel, Abdon C Toh, Kejaksaam Negeri Ende, Senin (17/7/2017) di ruang kerjanya menjelaskan bahwa Fransiska ditahan oleh Kejaksaan Negeri Ende karena yang bersangkutan diduga menyelewengkan dana PNPM Mandiri di Kecamatan Lio Timur sebesar Rp 324 Juta dalam kurun waktu 2009-2016.

Adapun modus yang dilakukan oleh tersangka, jelas Abdon Toh, adalah selalu memotong uang pinjaman dana simpan pinjam kelompok perempuan yang besarnya bervariasi sehingga mencapai Rp 324 Juta.

Anggota kelompok perempuan yang tidak puas dengan langkah yang dilakukan oleh Fransiska lalu melaporkan kejadian yang mereka alami ke Kejaksaan Negeri Ende serta ditindaklanjuti oleh pihak Kejaksaan Negeri Ende dengan melakukan penyidikan maupun penyelidikan atas kasus tersebut.

Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan maupun penyidikan oleh pihak Kejaksaan Negeri Ende ditemukan adanya indikasi penyelewengan sehingga Kejaksaan Negeri Ende menetapkan yang bersangkutan menjadi tersangka dan pada Senin (17/7/2017) Fransiska ditahan oleh Kejaksaan Negeri Ende guna menjalani proses hukum selanjutnya.

Fransiska, ujar Abdon, akan menjadi tahanan jaksa selama 20 hari di Lapas Ende sebelum dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Kupang.

Atas tindakanya itu maka yang bersangkutan disangka melanggar pasal 2 dan 3 Undang-undang Tipikor No 31 tahun 1999 sebagimana dirubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi dengan ancaman masing-masing pasal 2 minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun serta pasal 3 minimal 1 tahun serta maksimal 20 tahun.

Disaksikan Pos Kupang, Fransiska yang tanpa didampingi oleh pihak keluarga dan kerabat seusai diperiksa di Kejaksaan Negeri Ende langsung dibawa ke Lapas Ende menggunakan kendaraan dinas Kejaksaan Negeri Ende.

Tak ada kata-kata yang diucapkan oleh Fransiska saat menuju ke mobil dinas Kejaksaan Negeri Ende. (*)

Penulis: Romoaldus Pius
Editor: agustinus_sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help