PosKupang/

10.000 Tenaga Produktif Masih Menganggur di Kabupaten Kupang

Dengan minimnya lapangan kerja, banyak tenaga produktif memilih merantau keluar daerah atau luar negeri menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI).

10.000 Tenaga Produktif Masih Menganggur di Kabupaten Kupang
Bursanom.com
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Edy Hayon

POS KUPANG. COM, OELAMASI - Pemerintah Kabupaten Kupang melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi setempat mengakui berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2015, total tenaga produktif yang masih menganggur di daerah itu sebanyak 10.000 orang.

Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah pemerintah dengan menciptakan lapangan kerja.

Dengan minimnya lapangan kerja, maka tidak heran banyak tenaga produktif memilih merantau keluar daerah atau luar negeri menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI).

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kupang, Khris Koroh, kepada Pos Kupang di Oelamasi, Senin (17/7/2017), menuturkan, persoalan utama yang mendorong para warga Kabupaten Kupang memilih pergi menjadi TKI ke luar negeri karena ketersediaan lapangan kerja yang kurang.

Dia mengatakan, Pemerintah memang terus berupaya menciptakan lapangan kerja, tetapi jumlahnya sangat sedikit ketimbang tenaga produktif yang menganggur.

Saat ini, katanya, berdasarkan data dari BPS tahun 2015 angka tenaga produktif yang masih menganggur mencapai 10.000 orang.

"Kita bukan melarang tenaga-tenaga produktif pergi ke luar negeri menjadi TKI, tetapi kita mau fasilitasi secara resmi. Kita terus sosialisasi dan sekarang mulai ada kesadaran warga untuk pergi menjadi TKI mengurus surat resmi. Kita tidak mau mereka pergi secara ilegal lalu ada masalah di luar negeri," katanya.

Menurutnya, dalam rangka menekan persoalan TKI ilegal dari Kabupaten Kupang, beberapa waktu lalu pemerintah pusat sudah mencanangkan Program Desa Pekerja Migran Produktif.

Untuk Kabupaten Kupang, katanya, ditunjuk Desa Camplong II, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang sebagai salah satu desa contoh program itu.

Halaman
12
Penulis: Edy Hayon
Editor: agustinus_sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help