Warga Berlarian Tinggalkan Jeriken Berisi BBM Saat Lihat Tentara di Pantai Mota'ain-Belu

Saat patroli tersebut, mereka melihat beberapa orang sedang mengangkat jeriken berisi bahan bakar minyak (BBM) masuk ke hutan bakau

Warga Berlarian Tinggalkan Jeriken Berisi BBM Saat Lihat Tentara di Pantai Mota'ain-Belu
POS KUPANG/EDY BAU
Anggota TNI dari Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider 712/Wiratama saat menggagalkan upaya penyelundupan BBM bersubsidi di pesisir pantai Mota'ain, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur (Tastim) Kabupaten Belu, Jumat (14/7/2017) sore. 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Edy Bau

POS KUPANG.COM, ATAMBUA - Hari Jumat (14/7/2017) sekitar pukul 15.45 wita, Sersan Satu (Sertu) Firman bersama dua anggota TNI dari Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider 712/Wiratama melakukan patroli di pesisir pantai Mota'ain, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur (Tastim), Kabupaten Belu.

Saat patroli tersebut, mereka melihat beberapa orang sedang mengangkat jeriken berisi bahan bakar minyak (BBM) masuk ke hutan bakau. Ketiganya lantas mendekati hutan bakau lalu mengendap masuk ke hutan itu.

Namun aksi ini diketahui seorang warga yang kemudian memberitahukan kepada teman-temannya. Sontak masyarakat yang mengangkut jeriken berlarian meninggalkan hutan bakau dan meninggalkan barang bukti berupa jeriken minyak tanah. Sebagian jeriken minyak sudah mereka satukan di dekat hutan bakau dan siap diangkut menggunakan kapal saat malam hari.

“Saat dicek dan dikumpulkan semua BBM ilegal tersebut sejumlah 845 liter BBM jenis minyak tanah terdiri dari 19 jeriken berukuran 35 liter dan sembilan jeriken berukuran 20 liter. Diduga akan diselundupkan ke Timor Leste,” urai Dansatgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider 712/Wiratama, Letkol Elvino Yudha Kurniawan kepada Pos Kupang, Sabtu (15/7/2017) sore.

Dijelaskannya, keberhasilan anggota menggagalkan upaya penyelundupan itu berawal ketika Komandan Kompi Tempur (Dankipur) 1 Pos Motaain, Kapten (Inf) Endra Eko Fitrianto mengumpulkan seluruh Danpos dan Wadanpos jajaran Kipur 1 di Pos Mota'ain PLB untuk melaksanakan briefing situasi terbaru terkait Pemilu Legislatif di Timor Leste dan membahas rencana konsep operasi teritorial di wilayah kerja Kipur 1 menyambut HUT RI ke 72 .

Anggota TNI dari Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider 712/Wiratama saat menggagalkan upaya penyelundupan BBM bersubsidi di pesisir pantai Motaain, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur (Tastim) Kabupaten Belu, Jumat (14/7/2017) sore.
Anggota TNI dari Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider 712/Wiratama saat menggagalkan upaya penyelundupan BBM bersubsidi di pesisir pantai Motaain, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur (Tastim) Kabupaten Belu, Jumat (14/7/2017) sore. (POS KUPANG/EDY BAU)

Sekitar pukul 11.30 wita, Danki beserta seluruh Danpos dan Wadanpos jajaran kipur 1 melaksanakan ibadah di Masjid Al-Huda di Desa Kenebibi-Atapupu dengan menggunakan satu unit kendaraan OZ.

Selama perjalanan Danki melihat bahwa banyak kendaraan ojek yang bermuatan Jeriken bergerak dari arah Atapupu menuju ke Motaain.

Selesai sholat sekitar pukul 12.45 Wita Danki dan rombongan kembali ke Motaain. Dalam perjalanan Danki melihat kendaraan ojek yang bermuatan jeriken masih ada yang bergerak menuju arah Motaain.

“Karena merasa curiga, Dankipur 1 memerintahkan anggotanya untuk melaksanakan patroli di sepanjang pesisir pantai Mota'ain dan di hutan bakau Mota'ain. Maka, ditemukanlah upaya penyelundupan ini,” ujar Letkol Elvino.

Menurutnya, anggota di perbatasan akan terus melakukan patroli di sepanjang garis perbatasan, apalagi menjelang pemilu legislatif di Timor Leste serta menjelang HUT RI ke 72 pada tanggal 17 Agustus 2017 mendatang. Dia berharap, warga perbatasan tidak lagi melakukan aksi penyelundupan BBM. (*)

Penulis: Fredrikus Royanto Bau
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved