PosKupang/

Tour de Flores 2017 - Empat Peserta Sudah Rontok di Rute Larantuka-Maumere

Keempat pebalap yang belum diketahui asal-usul timnya itu, dua orang sakit dan dua orang tidak mencapai finish di etape pertama.

Tour de Flores 2017 - Empat Peserta Sudah Rontok di Rute Larantuka-Maumere
pos kupang
Pebalap sepeda Tour de Flores melakukan start di Jalan Ahmad Yani, depan kantor Bupati Sikka, Pulau Flores, Sabtu (15/7/2017) pukul 09.00 Wita. 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Eginius Mo'a

POS KUPANG. COM, MAUMERE - Beratnya  medan  yang dilalui pebalap  sepeda Tour de Flores (TdF)  2017   mulai memakan korban  di etape  pertama, Larantuka-Maumere, Kamis  (14/7/2017).

Empat  pebalap  gagal  melakukan  start  di  etape  kedua Maumere-Ende,  Sabtu (15/7/2017)  pukul 09.00  Wita.

Keempat  pebalap yang belum diketahui  asal-usul timnya itu, dua orang sakit dan dua orang tidak mencapai  finish di etape  pertama. Balapan  etape kedua menempuh jarak  142,38  km  diikuti 79  pebalap dari  jumlah  semula 83 peserta berasal dari 18 tim.

Balap sepeda jalan  raya  melintasi  ruas  jalan Pulau  Flores sepanjang  700  km lebih sampai di Labuan  Bajo,  Kabupaten Manggarai Barat sampai hari  kedua  telah menyelesaikan  dua  etape.  Hari Minggu (16/7/2017)   dilanjutkan etape  ketiga  Ende-Mbay,  etape keempat  Mbay-Borong,  Senin  (17/7/2017)  menjadi  etape  yang terjauh  kemudian etape  kelima  terpendek  dari Borong-Ruteng  pada Selasa  (18/7/2017).    Etape  keenam dari  Ruteng ke  Labuan Bajo  pada  Rabu  (19/7/2017).

Seremoni  pembukaan  start etape  kedua TdF dilaksanakan di  Jalan  Ahmad Yani, depan  Kantor  Bupati  Sikka oleh Wakil Bupati Sikka,  Drs. Paolus Nong Susar, dihadiri  Kepala Dinas Periwisata NTT, Dr. Marius Ardu Jelamu, Chairman  TdF, Primus Dorimulu, Kepala  Dinas Pariwisata  Sikka, Kensius Didimus, dan Forkopimda Sikka.

Ratusan  warga  Kota Maumere menyaksikannya  dari  titik  start.  Selebihnya mereka  memenuhi sisi kiri dan kanan  jalan  raya menyaksikan balapan.

Antusiasme  warga  menyaksikan  balapan  tahun  kedua  tak seramai   tahun pertama  2016,  warga  tumpah ruah ke  jalan   raya dan  arena  finish dan start.

Paolus mengatakan, masyarakat  Sikka  gembira menyambut  TdF  tahun kedua. Ia menerima laporan dari penyelenggara bahwa semua peserta  nyaman  berada di Maumere.

Paolus  sepakat dengan  gagasan  Chariman TdF,  Primus  Dorimulu, menambahkan  satu atepe  di Kota  Maumare  khusus  sprint reli.

“Kami  akan bahas dan lakukan persiapan kalau diadakan  sprint  reli tahun depan,” kata Paolus.

Primus mengatakan, TdF berlangsung tahun kedua bukan semata untuk  olahraga,  tetapi mendukung  pertumbuhan pariwisata  di Pulau  Flores. Di  tahun ini, kata  Primus,  80-an persen  marshall  merekrut  warga  Flores.

“Mestinya  dari  Flores pada suatu waktu muncul tim pebalap sepeda bertarung di TdF.  Buktinya  Banyuwangi,  hanya  satu  kabupaten bisa  mengirim  tiga  tim.  Hanya  satu  kabupaten (Banyuwangi),  mereka  juga bisa selenggarakan  Tour de Ijen memasuki tahun yang kelima,” tantang  Primus. (*)

Penulis: Eugenis Moa
Editor: agustinus_sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help