PosKupang/

Lapangkan Jalan bagi Peserta TdF

Tidak hanya warga Sumba sendiri, para turis pun berdatangan menyaksikan even ini. Bahkan di hari terakhir, Rabu

Lapangkan Jalan bagi Peserta TdF
Pos Kupang/Egy Moa
Aksi juara etape Pertama, Larantuka-Maumere dalam ajang tour de flores 

POS KUPANG.COM - Hari-hari ini Nusa Tenggara Timur berada di puncak ketenaran. Lihat saja di dunia maya, NTT menjadi trending topic. Bukan topik negatif seperti kriminal, penyakit dan gizi buruk, tetapi tentang hal positif, tentang pariwisata NTT, tentang alam dan budayanya.

Sejak minggu lalu seluruh Pulau Sumba, mulai dari Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat dan terakhir Sumba Barat Daya, heboh dengan Parade 1.001 ekor kuda sandelwood dan festival tenun ikat Sumba.

Tidak hanya warga Sumba sendiri, para turis pun berdatangan menyaksikan even ini. Bahkan di hari terakhir, Rabu (12/7/2017), Presiden Jokowi turut menikmati gagahnya menunggang kuda sandelwood dan mengenakan tenun ikat Sumba.

Dia pun mendapat gelar baru sebagai Rato, sebutan untuk tokoh istimewa di Sumba.
Dunia berdecak kagum, betapa dahsyatnya budaya Sumba. Betapa suksesnya pula panitia yang menyelenggarakan even ini.

Belum reda antusiasme terhadap Sumba, kini mata dunia diarahkan ke Pulau Flores. Masih di NTT. Di sana kembali digelar Tour de Flores (TdF) 2017, even tahunan yang menghadirkan kegiatan balap sepeda jalan raya bertaraf internasional (di bawah regulasi Union Cycliste Internationale) sebagai sarana untuk mengangkat pariwisata Flores ke pentas dunia, mulai dari Larantuka di timur hingga Labuan Bajo di barat.

Tampaknya efek dari TdF pun menjadi viral. Dibandingkan dengan TdF 2016, TdF tahun ini makin luas. Pesertanya ada yang datang dari Rusia dan Iran Ini menjadi sinyal bahwa daerah kita sudah dikenal di sana dan mereka tahu bagaimana datang dan tiba di daerah ini.

Kita salut dan patut bangga dengan penyelenggaraan even ini. Kita berharap TdF tahun ini kembali mengukir sukses. Untuk itu, dibutuhkan dukungan dari seluruh masyarakat NTT, terutama di Flores, agar melapangkan jalan yang dilalui peserta TdF.

Berbagai polemik sebelumnya soal pembiayaan TdF 2017 yang dirasa memberatkan pemerintah daerah setempat hendaknya jangan dilihat sebatas hari ini. Anggap saja itu benih yang ditanam dan akan tumbuh subur menghasilkan buah berlimpah.

Kita harus optimistis, penyelenggaraan TdF pada waktunya membawa manfaat balik bagi masyarakat Flores dengan semakin banyaknya wisatawan dari berbagai penjuru dunia datang ke Pulau Bunga. Yang penting kita terus mengembangkan potensi-potensi pariwisata kita. *

Penulis: PosKupang
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help