PosKupang/

Ramah Terhadap Bahasa Indonesia, Begini Caranya

Kepala Kantor Bahasa NTT, Valentina L Tanate menjelaskan penertiban ini dilakukan karena masih banyak bemo yang

Ramah Terhadap Bahasa Indonesia, Begini Caranya
istimewa
Ilustrasi 

POS KUPANG.COM - Kantor Bahasa Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Dinas Perhubungan Kota Kupang dan Satlantas Polres Kupang Kota menggelar razia terhadapan angkutan kota (angkot) alias bemo di Kupang sejak Selasa (11/7/2017). Razia dilakukan terhadap bemo yang menggunakan stiker berbahasa asing dan stiker warna gelap.

Kepala Kantor Bahasa NTT, Valentina L Tanate menjelaskan penertiban ini dilakukan karena masih banyak bemo yang tidak ramah Bahasa Indonesia. "Kita sedang kembangkan bemo Raisa artinya Bemo Ramah Bahasa Indonesia. Pengguna bemo kan kebanyakan anak sekolah, ketika tulisan tidak santun dan tidak sesuai dengan etika itu bisa mempengaruhi pola pikir anak," ucap Valentina.

Tindakan ini memang patut dan kita beri apresiasi dan mendukung. Bahkan, kita mendorong agar langkah serupa terus-menerus bergulir agar kendaraan umum di Kota Kupang dan NTT umumnya selalu gunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Kita membutuhkan angkutan umum yang ramah terhadap Bahasa Indonesia.

Tindakan ini juga memberikan contoh agar kita sebagai warga bangsa harus mencintai bahasa sendiri dan tidak perlu bergagah-gagahan dengan bahasa asing. Kita bangga memiliki bahasa nasional sendiri.

Lihat saja, negara sebesar Amerika saja tidak memiliki bahasa sendiri. Mereka harus memakai Bahasa Inggris. Sama halnya dengan Meksiko, Argentina dan negara-negara lain di Amerika tengah dan Amerika selatan yang menggunakan Bahasa Spanyol atau Brasil yang menggunakan bahasa Portugal. Di Afrika beberapa negara menjadikan bahasa Prancis sebagai bahasa nasional.

Jadi kebanggaan kita adalah memiliki identitas bahasa sendiri. Pembinaan penggunaan bahasa ini mestinya dilakukan tindak saja dengan cara penindakan tetapi pembinaan. Cara yang bisa ditempuh adalah mengundang para pihak yang terkait atau berkepentingan dengan bisnis angkutan mulai dari angkutan kota, antar kota, angkutan pedesaan dan angkutan barang dan jenis angkuatan darat lainnya.

Pihak yang perlu mendapat pembinaan adalah para pengemudi, asisten pengemudi atau kondektur, pemilik bisnis angkutan darat ini dan organisasi yang terkait.

Ini perlu dilakukan agar para pihak terkait ini tidak saja mengerti aturan berlalilintas untuk kendaraan umum tetapi juga tata bahasa yang digunakan untuk mempercantik kendaraan mereka. Masyarakat kita juga harus mengetahui penggunaan Bahasa Indonesia ini sebenarnya tidak kalah dengan bahasa asing. Kita tinggal memilih kosa kata yang benar lalu merangkaikannya menjadi kalimat yang indah dan bermakna.

Sebenarnya para sastrawan kita sudah mewariskan kekayaan itu, tinggal kita memilih rangkaian kata menjadi hiasan atau asesoris guna memperindah kendaraan atau ruangan publik. Pada dasarnya Bahasa Indonesia harus menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. *

Penulis: PosKupang
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help