PosKupang/

Rekor Muri untuk Penenun Terbanyak di Sumba Barat Daya Tidak Dibacakan

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten SBD, Christfel Horo, S.H belum dapat dikonfirmasi alasan tidak diumumkan Rekor Muri itu karena masih sibuk.

Rekor Muri untuk Penenun Terbanyak di Sumba Barat Daya Tidak Dibacakan
POS KUPANG/PETRUS PITER
Presiden Joko Widodo menemui penenun di Sumba Barat Daya, Rabu (12/7/2017). 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Petrus Piter

POS KUPANG. COM, TAMBOLAKA - Rencana pengumuman pemecahan Rekor Muri penenun terbanyak pada Festival Parade Kuda Sandelwood dan Tenun Ikat di lapangan Galatama, Sumba Barat Daya, Rabu (12/7/2017), batal disampaikan.

Padahal sehari sebelumnya Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sumba Barat Daya, Christofel Horo, S.H, mengatakan telah mempersiapkan 1.100 penenun memeriahkan Festival Kuda Sandelwood dan Tenun Ikat di lapangan Galatama, Rabu (12/7/2017) sekaligus memecahkan Rekor Muri Penenun Terbanyak mengalahkan Rekor Muri Tenun ikat Kabupaten Sikka sebanyak 1.057 penenun.

Belum diketahui alasan penundaan itu.

Salah satu penenun yang ditemui Pos Kupang di Lapangan Galatama, Rabu (12/7/2017), Christina Wanno dari Desa Kalena Wano, Kecamatan Kota Tambolaka, mengaku senang dan bahagai ikut memeriahkan festival ini.

"Bagi kami bukan soal Rekor Muri, tetapi keikutsertaan pada event ini adalah suatu kebanggaan tersendiri apalagi tampil di hadapan Presiden RI Joko Widodo," kata Christina.

Presiden Joko Widodo menyaksikan para penenun di Sumba Barat Daya, Rabu (12/7/2017).
Presiden Joko Widodo menyaksikan para penenun di Sumba Barat Daya, Rabu (12/7/2017). (POS KUPANG/PETRUS PITER)

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten SBD, Christfel Horo, S.H belum dapat dikonfirmasi alasan tidak diumumkan Rekor Muri itu karena masih sibuk. (*)

Penulis: Petrus Piter
Editor: agustinus_sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help