PosKupang/

Pariwisata Nusa Tenggara Timur Butuh Branding

Dua even ini sungguh teramat besar dan penting menggemakan NTT ke dunia luar. Bukti kebesaran dan pentingnya

Pariwisata Nusa Tenggara Timur Butuh Branding
KOMPAS/IWAN SETIYAWAN
Tour de Flores 2016 

Oleh: Tony Kleden
Wartawan, tinggal di Kupang

POS KUPANG.COM - Eeksotis nian tanah Sumba! Flores teramat memesona! Sumba dan Flores, dua pulau besar di Nusa Tenggara Timur (NTT), hari-hari ini jadi ramai. Gaduh, pinjam kata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT, Dr. Marius Ardu Jelamu, M.Si. Sumba ramai dengan Festival Sumba: Parade 1001 Ekor Kuda dan Festival Tenun Ikat. Flores memesona dengan Tour de Flores atau tenar dengan singkatan TdF.

Dua even ini sungguh teramat besar dan penting menggemakan NTT ke dunia luar. Bukti kebesaran dan pentingnya dua even ini adalah kehadiran Presiden Jokowi di Pulau Sumba. Jika tidak penting, Jokowi pasti tidak ke Sumba.

Gema gaung kedua even ini tidak hanya sebatas pariwisata yang memang menjadi `main goal' dari even ini. Dua even ini menembus pariwisata guna menggemakan nama NTT ke dunia luar, dunia internasional.

Dari dua even inilah NTT semakin eksis menyatakan dirinya. NTT semakin kuat membangun karakter dan ciri khasnya. Dalam satu kata, kedua even itu menciptakan branding untuk NTT. Dengan branding itulah NTT dikenal, diketahui, dirindukan, dan didatangi. Ditambah dengan Tour de Timor (TdT) yang tidak lama lagi dihelat, even-even di Rote, Alor dan Lembata, NTT benar-benar melangit.

Bertepatan dengan penyelenggaraan Festival Sumba dan TdF, tulisan ini hanya menyentil Sumba dan Flores. Tak diragukan Sumba dan Flores sungguh indah destinasi wisatanya. Enam bulan bertugas di Sumba, saya paham benar kalau Sumba terlalu eksotis. Pasir putih di Pantai Mananga Aba di Sumba Barat Daya jauh lebih indah ketimbang yang ada di Pantai Kuta, Bali.

Tengok Pantai Pede atau Wae Cicu di Manggarai Barat. Fantastis! Jangan lupa, Flores Timur punya pantai eksotis dengan pasir putihnya yang lembut bernama Pantai Oha. Hamparan pasir putih memanjang di pantai yang menghadap Laut Sawu ini sangat menggoda mata.

Untuk urusan air yang muncrat dari bebatuan di pinggir laut, Nusa Dua tidak ada apa-apanya dengan muncratan air laut di Pantai Pero dan Pantai Mandorak di Kodi, Sumba Barat Daya.

Meski kalah kelas, Pantai Kuta atau Nusa Dua di Bali sudah punya merek. Kelas boleh kalah, tetapi merek tidak kalah. Kalah di kelas, menang di merek. Dan, untuk urusan pariwisata, merek itulah yang menjadi nilai jualnya.

Dalam ilmu pemasaran, merek itu sangat penting dan vital. Orang pemasaran menjadikan merek itu branding. Terjemahan lurusnya cap. Cap itu sederhana sekali, tapi manfaatnya luar biasa. Ijazah Anda tidak diakui kalau tidak ada cap. Semua surat penting baru resmi dan legal kalau ada cap. Dengan cap, dengan merek itulah sesuatu dikenal. Para sales menjual sebuah produk dari mereknya.

Halaman
123
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help