PosKupang/

Mempertahankan Pesona Pulau Sumba, Inilah yang Perlu Dilakukan

Presiden Joko Widodo dalam sambutannya pada acara tersebut bukan hanya memberikan pujian tentang budaya

Mempertahankan Pesona Pulau Sumba, Inilah yang Perlu Dilakukan
FOTO PATER ROBERT RAMONE,CSsR
Kuda sandelwood yang digunakan pada ajang pasola di Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya. 

POS KUPANG.COM - Kehadiran Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo pada puncak acara Parade 1.001 Kuda Sandelwod dan Festival Tenun Ikat Sumba tahun 2017 di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) disambut antusias masyarakat Flobamora dan masyarakat di Pulau Sumba khususnya.

Presiden Joko Widodo dalam sambutannya pada acara tersebut bukan hanya memberikan pujian tentang budaya serta ada istiadat masyarakat di bumi sandelwod. Orang nomor satu di Insonedia ini pun berulangkali memberikan motivasi kepada masyarakat Pulau Sumba agar tetap menjaga serta melestasrikan budaya yang ada sebagai bagian dari keberagaman dan keunikan tersendiri.

Pesan Presiden Joko Widodo pada ajang Parade 1.001 Kuda Sandelwood dan Festival Tenun Ikat Sumba kita tarik maknanya ke dalam konteks lokal bahwa alam serta budaya yang sangat khas di Pulau Sumba harus tetap lestari. Pesona Sumba tidak boleh luntur karena di situlah kekuatan utamanya yang membuat orang dari berbagai penjuru dunia mau datang ke sana. Tidak gampang memang untuk mempertahankannya, namun kita harus yakinkan diri mampu mewujudkannya.

Wisatawan mancanegara berbondong-bondong ke Bali saban hari karena Pulau Dewata itu memiliki keunikan yang tidak dipunyai daerah lain. Sumba dengan sandelwood, tenun ikat serta alamnya yang eksotis harus tetap dijaga. Kita sepakat bahwa masa depan pariwisata Indonesia ada di Pulau Sumba.

Pemerintah Provinsi NTT bersama pemerintah empat kabupaten di Pulau Sumba menggelar parade kuda sandel dan festival tenun ini bertujuan sama yaitu agar budaya serta adat istiadat masyarakat Pulau Sumba serta alamnya yang memesona itu lebih dikenal luas bukan hanya di level regional dan nasional, namun hingga ke manca negara. Sumba harus diyakinkan sebagai satu di antara destinasi keunggulan pariwisata Indonesia. Levelnya tak kalah dengan Bali.

Masyarakat Pulau Sumba tentu berharap gaung Parade 1.001 Kuda Sandelwod dan Festival Tenun Ikat tidak hilang begitu saja bersamaan dengan berakhirnya even tersebut. Masyarakat Sumba berharap even tersebut menjadi daya dorong bagi mereka untuk semakin sadar melestarikan alam, budaya serta adat istiadatnya yang sangat kaya.

Keberlanjutan menjadi sangat penting. Pascaparade kuda sandel dan festival tenun ikat pertengahan tahun ini masih diperlukan agenda pemerintahan lokal yang dapat dilaksanakan dengan hasil terukur agar pesona Sumba tetap menjadi viral.

Tugas utama pemerintah tentunya tidak sekadar membenahi sarana dan prasarana yang mendukung pariwisata. Pemerintah daerah sudah seharusnya merencanakan serta mengekusi program promosi yang lebih masif agar branding Sumba semakin fokus menyasar pasar pariwisata dunia yang sangat kompetitif itu. *

Penulis: PosKupang
Editor: Putra
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help