PosKupang/

Butuh Rp 500 Juta untuk Jadi Dokter Spesialis

Demikian dikatakan Kabid SDM Kesehatan Dinkes NTT, Loucy Hermanus ketika ditemui di ruang kerjanya, Senin (10/7/2017) siang.

Butuh Rp 500 Juta untuk Jadi Dokter Spesialis
pos kupang/maxi marho
Loucy Hermanus 

 Laporan Wartawan Pos Kupang, Maxi Marho

POS KUPANG. COM, KUPANG – Provinsi NTT masih kekurangan dokter ahli atau dokter spesialis. Saat ini, NTT membutuhkan 302 dokter spesialis tetapi jumlah yang dimiliki baru 115 dokter spesialis.  Artinya masih kekurangan sekitar 187 dokter spesialis.

Demikian dikatakan Kabid SDM Kesehatan Dinkes NTT, Loucy Hermanus ketika ditemui di ruang kerjanya, Senin (10/7/2017) siang.

Selain dokter spesialis, kata Loucy Hermanus, NTT juga masih kekurangan dokter umum.

Saat ini, menurut Loucy Hermanus, NTT membutuhkan 2015 orang dokter umum, tetapi yang dimiliki barulah 344 dokter umum yang tersebar di seluruh wilayah Provinsi NTT. Artinya, NTT masih kekurangan 1.671 dokter umum.

Khusus untuk memenuhi kebutuhan dokter spesialis, kata Loucy Hermanus, pemerintah Provinsi NTT melalui dinas kesehatan terus berjuang ke Kementerian Kesehatan RI agar dokter di NTT mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan spesialis. Terutama melalui program pendidikan dokter spesialis (PPDS) yang dibiayai Kemenkes RI.

“Untuk menjadi dokter spesialis, biaya yang dibutuhkan selama menempuh pendidikan sekitar Rp 500 juta lebih. Karena besarnya biaya pendidikan dokter spesialis, maka kita mesti berjuang untuk mendapatkan beasiswa melalui program PPDS yang dibiayai Kemenkes atau pemerintah pusat,” kata Loucy Hermanus.

Pemerintah daerah, kata Loucy Hermanus, tentu kesulitan kalau bicara dana untuk biaya sekolah dokter spesialis.

Tetapi untuk biaya sekolah dokter umum, pemerintah Provinsi NTT menyediakan cukup dana beasiswa kedokteran.

Selain itu, kata Loucy Hermanus, untuk bisa menempuh pendidikan dokter spesialis melalui program PPDS, seorang dokter haarus mengikuti beberapa tahapan seleksi secara online.

Halaman
12
Penulis: maksi_marho
Editor: agustinus_sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help