Pilkada Kabupaten Kupang

PKPI Tidak Dorong Kadernya Maju di Pilkada Kabupaten Kupang, Beberapa Figur Sudah Daftar

Saat ini PKPI telah menerima pendaftaran bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati untuk diproses lebih lanjut.

PKPI Tidak Dorong Kadernya Maju di Pilkada Kabupaten Kupang, Beberapa Figur Sudah Daftar
istimewa
Logo PKPI 

POS KUPANG. COM, OELAMASI - Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), walaupun memiliki tiga kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kupang, tidak mendorong kadernya untuk maju bertarung pada pilkada di daerah tahun 2018 mendatang.

Saat ini PKPI telah menerima pendaftaran bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati untuk diproses lebih lanjut.

Selain disurvei oleh partai, pengurus Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) PKPI Kabupaten Kupang akan melakukan survei internal dengan turun langsung ke kampung-kampung untuk mendapatkan masukan terhadap bakal calon yang sudah mendaftarkan diri.

Ketua DPK PKPI Kabupaten Kupang, Anselmus Djogo, ketika dihubungi Pos Kupang, Selasa (11/7/2017) menuturkan, terkait dengan pelaksanaan pilkada di Kabupaten Kupang, partainya sudah membuka pendaftaran

Ada beberapa bakal calon (balon) telah mendaftarkan diri, baik secara paket maupun perorangan.

Balon yang mendaftar akan diproses sesuai aturan partai untuk selanjutnya disurvei untuk mendapatkan paket mana yang memiliki elektabilitas tertinggi, maka paket itulah yang akan didukung sepenuhnya.

Untuk pilkada Kabupaten Kupang ini, lanjut Anselmus, PKPI tidak mendorong kadernya untuk maju bertarung.

"Memang saya didorong untuk maju menjadi salah satu balon, tetapi setelah saya pertimbangkan matang-matang, saya memilih untuk tidak maju. Kita menerima figur dari luar partai untuk bersaing pada pilkada nanti dengan melihat hasil survei," katanya.

Menurut Anselmus, walaupun nanti ada tim khusus dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKPI melakukan survei, pihaknya juga akan turun ke kampung-kampung melakukan survei sendiri.

Ini dimaksudkan untuk mendapatkan masukan dari warga soal figur mana yang pantas memimpin daerah ini.

Pola yang dilakukan ibarat menjemput bola bukan sekedar mendapat laporan dari pengurus di tingkat bawa semata.

"Nanti kita juga buat rekomendasi dari hasil survei internal itu. KIta berharap paket yang kita usung betul-betul bekerja untuk rakyat. Kita jemput bola selain menanyakan kepada pengurus di tingkat ranting, juga tanya ke tokoh-tokoh berpengaruh," katanya. (*)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved