PosKupang/

Menggunakan Warna Terburuk di Dunia Ini Bisa Menyelamatkan Anda

Pilihan warna tertentu ternyata juga menguntungkan bagi seseorang. Perhatikan pilihan warga berikut ini

Menggunakan Warna Terburuk di Dunia Ini Bisa Menyelamatkan Anda
getty
Warna coklat gelap kusam yang diangap warna terburuk dipakai untuk kemasan rokok 

POS KUPANG.COM - Anda sebaiknya mulai memperhatikan warna apa yang akan Anda pakai. Pasalnya, menurut penelitian, beberapa warna tertentu bisa membuat penampilan seseorang menjadi tidak menarik. Namun warna yang sama juga bisa menyelamatkan banyak orang dari risiko mati muda. Penasaran?

Adapun warna yang dianggap terburuk di dunia disebut sebagai Pantone 448 C, atau "opaque couche". Warna ini adalah varian dari cokelat gelap yang terkesan suram, dan dikaitkan dengan kematian, kotoran, dan "warna ter"

Nah karena begitu buruk, warna ini justru dipilih dalam seleksi selama tiga bulan oleh perusahaan riset GfK Bluemoon. Riset yang didanai pemerintah Australia untuk menemukan warna paling menjijikkan ini memiliki tujuan khusus, yakni membuat orang menghentikan kebiasaan merokok.

Dalam riset, warna buruk yang muncul adalah hijau jeruk, putih, krem, coklat gelap, dan kuning mustard. Namun yang menjadi juara sebagai warna paling buruk adalah olive green -begitu semula diumumkan.

Tapi menyusul surat dari Australian Olive Association, mereka mengubah namanya menjadi "drab dark brown" atau coklat gelap kusam.

"Ini adalah kebalikan dari yang biasa kita lakukan," ujar Victoria Parr, periset utama GfK seperti dikutip TIME. "Kali ini kami tidak mencari sesuatu yang membuat konsumen tertarik, namun untuk membuat mereka enggan membeli produk dengan kemasan tersebut."

Hasilnya, warna yang buruk itu sekarang dipakai pada semua kemasan rokok yang dijual di Australia, disertai gambar peringatan kesehatan yang mengerikan, dengan harapan mengurangi keinginan merokok warganya.

Dan sejauh ini cara tersebut berhasil. Dilaporkan penjualan rokok menurun sejak warna itu dipakai.

Kini pemerintah Inggris, Irlandia, dan Prancis juga mengikuti cara itu, yakni menggunakan warna terburuk di dunia untuk menyelamatkan lebih banyak nyawa. (kompas.com/Wisnubrata)

Editor: marsel_ali
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help