Dira Tome Dituntut 12 Tahun Penjara, Rihi Heke Percayakan pada Proses Hukum

Ketika dihubungi Pos Kupang ke Sabu, Rihi Heke mengaku belum mendapatkan informasi mengenai tuntutan JPU terhadap Marthen Dira Tome

Dira Tome Dituntut 12 Tahun Penjara, Rihi Heke Percayakan pada Proses Hukum
ISTIMEWA
Nikodemus Rihi Heke

Laporan Wartawan Pos Kupang, Edy Hayon

POS KUPANG. COM, KUPANG - Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sabu Raijua, Nikodemus Rihi Heke menegaskan, proses hukum yang tengah dijalani Bupati Sabu Raijua, Ir. Marthen Dira Tome, sejauh ini belum memasuki tahapan putusan yang berkekuatan hukum tetap.

Tuntutan yang dijatuhkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) tentu atas penilaian hukum dari kacamata JPU.

Namun, sebagai pemerintah tentu dia menghormati proses hukum yang tengah berproses dan diharapkan proses hukum ini berjalan sesuai aturan hukum yang berlaku.

Nikodemus Rihi Heke ketika dihubungi Pos Kupang ke Sabu, Senin (10/7/2017) menjelaskan, dirinya belum mendapatkan informasi mengenai tuntutan JPU terhadap Marthen Dira Tome.

Namun, sebagai pimpinan daerah tentu dirinya tidak bisa menilai tentang tuntutan itu karena itu merupakan proses yang tengah berjalan di persidangan pengadilan.

Untuk itu, dirinya hanya bisa mengharapkan agar pada tahapan selanjutnya proses hukum yang ada berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Saya tidak bisa menilai terhadap tuntutan JPU itu. JPU punya penilaian hukum sendiri. Tapi saya hanya harapkan agar proses ini transparan dan tetap pada koridor hukum yang berlaku," kata Rihi Heke.

Rihi Heke juga masyarakat Sabu Raijuamenghormati proses hukum yang tengah berjalan tentu sampai pada putusan yang berkekuatan hukum tetap.

"Masyarat Sabu Raijua sangat dewasa dan tetap tenang mengikuti proses hukum ini," katanya.

Ketua DPRD Sabu Raijua, Paulus Tuka mengakui belum mendapatkan informasi mengenai berapa lama tuntutan JPU terhadap Bupati Sabu Raijua, Marthen Dira Tome dalam perkara PLS di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT.

Sebagai pimpinan Dewan dia menghormati proses hukum yang tengah berlangsung sampai pada putusan berkekuatan hukum tetap.

"Kalau tuntutan 12 tahun oleh JPU tentu itu dari penilaian hukumnya JPU. Kita ini awam hukum. Nanti kita akan lihat lebih lanjut pada putusan majelis nanti seperti apa" kata Tuka.

"Saya tentu mengimbau kepada warga Sabu Raijua untuk tetap tenang dan terus mengikuti perkembangan persidangan. Prosesnya masih berjalan dan warga maupun keluarga harus tetap tenang dan sabar menunggu prosesnya sampai final," pinta politisi PDIP ini. (*)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help