PosKupang/

Bupati Sumba Barat Niga Dapawole Ajak Wisatawan Nginap di Kampung

Bupati Sumba Barat, Drs. Agustinus Niga Dapawole mengajak wisatawan menginap di kampung-kampung adat yang masih lestari hingga saat ini.

Bupati Sumba Barat Niga Dapawole Ajak Wisatawan Nginap di Kampung
POS KUPANG/GERARDUS MANYELLA
Parade 1001 kuda di Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, Sabtu (8/7/2017). 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Gerardus Manyella dan Petrus Piter

POS KUPANG. COM, WAIKABUBAK - Bupati Sumba Barat, Drs. Agustinus Niga Dapawole mengajak wisatawan menginap di kampung-kampung adat yang masih lestari hingga saat ini.

"Wisatawan jangan hanya nginap di Nihi Watu, Manandang dan hotel-hotel lain yang ada di kota, tapi perlu juga menginap di kampung-kampung yang beratapkan alang-alang dan masih alami. Warga harus membuka diri dan belajar menerima dan melayani tamu-tamu. Pemerintah sedang membenahi sarana dan prasarana seperti jalan lingkungan, air bersih dan MCK agar tamu yang mengunjungi dan menginap di kampung tidak kesulitan," kata Niga dalam sambutan pembukaan parade 1.001 ekor kuda Sandelwood dan Festival Tenun Ikat di Lapangan Manda Elu, Waikabubak, Sabtu (8/8/2017).

Wagub NTT, Beny Litelnoni saat membuka kegiatan yang dihadiri ribuan warga serta puluhan wisatawan itu, mengatakan menjual pariwisata tidak seperti kacang goreng, hari ini menjual langsung mendapatkan uang.

Pariwisata itu, katanya, investasi jangka panjang yang harus terus dipromosikan.

"Tingkatkan promosinya, siapkan sarana dan prasarananya, gandeng investor sehingga pariwisata di NTT bertumbuh dan dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat," kata Litelnoni.

Litelnoni mencontohkan, jika sebulan 300 orang wisatawan berkunjung ke Bali dan menginap dua malam, maka membawa banyak uang. Hal ini yang perlu dilakukan di Sumba.

"Kita punya kuda Sandelwood, Pasola, kampung adat dan lain-lain. Perlu dibangun kolaborasi antar kabupaten bangun pariwisata NTT, bangun pariwisata Sumba. Kita patut mendukung Bupati Niga yang punya banyak ide dan dilaksanakan," kata Litelnoni.

Wakil Gubernur NTT, Beny Litelnoni memukul gong menandai dimulainya parade 1001 dan festival tenun Sumba di Waikabubak, Sabtu (8/7/2017).
Wakil Gubernur NTT, Beny Litelnoni memukul gong menandai dimulainya parade 1001 dan festival tenun Sumba di Waikabubak, Sabtu (8/7/2017). ()

Disaksikan Pos Kupang, warga Sumba Barat antusias menyaksikan parade kuda, festival tenun ikat, pameran makanan lokal, tarian Kataga dan Woleka, parade para ibu dengan menampilkan karya dekranasda.

Sebanyak 250 ekor kuda Sandelwood yang dihias secara apik dengan penunggang yang mengenakan sarung adat Sumba dengan ikat kepala mencorakkan kecamatan asal seperti Loli, Wanokaka, Tana Righu dan Lamboya.

Para penunggang yang memparadekan kuda mereka mulai dari depan Kantor Camat Kota Waikabubak sampai di depan Rumah Jabatan Bupati kurang lebih 1 km meneriakkan yel-yel dan menyanyikan syair adat menambah semaraknya event akbar ini.

Walau hujan terus mengguyur bumi Pada Eweta ribu ratu warga Sumba Barat bergeming. Mereka tidak satu pun  meninggalkan arena parade dan acara lainnya. (*)

Penulis: Gerardus Manyela
Editor: agustinus_sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help