Pencurian di SD Santa Angela Atambua, Ada Ceceran Darah di Lantai

Kejadian itu sekitar pukul 04.00 wita atau pukul 05.00 pagi. Hal ini karena adanya ceceran darah yang masih terlihat segar.

Pencurian di SD Santa Angela Atambua, Ada Ceceran Darah di Lantai
POS KUPANG/DION KOTA
Inilah bercak darah yang diduga milik pencuri di SD Santa Angela Atambua, Kamis (6/7/2017). 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Edy Bau

POS KUPANG.COM, ATAMBUA - Tidak ada yang tahu siapa pelaku pencurian di SD Santa Angela Atambua pada Kamis (6/7/2017) pagi. Pencuri berhasil menggondol satu unit LCD merek Benq dan satu buah speaker milik sekolah.

Menurut perkiraan, kejadian itu sekitar pukul 04.00 wita atau pukul 05.00 pagi. Hal ini karena adanya ceceran darah yang masih terlihat segar.

Tidak diketahui pasti darah milik siapa. Menurut Kepala SD Santa Angela, Suster Fransiska Pandong, OSU, darah itu diduga milik pencuri yang terluka saat memecahkan kaca lemari untuk mengambil barang yang hendak dicuri.

Pantauan Pos Kupang, Kamis (6/7/2017), ceceran darah itu di lantai dekat sebuah lemari di ruang kelas VI A.

Kaca lemari ini hancur karena diduga terkena benturan benda keras. Namun di lemari ini, tidak ada barang yang hilang karena kardus bungkusan LCD merek Benq ternyata kosong.

Ceceran darah ini lalu sempat terkena pada kotak sampah plastik di ruangan itu. Di ruang sebelah yakni ruang kelas VI B, tidak ada darah yang tercecer, namun kaca lemari dipecahkan.

Sebuah LCD merek Benq dan sebuah speaker di dalam lemari ini raib dibawa maling.

Polisi dari Polres Belu telah melakukan olah TKP termasuk mengambil sampel darah dari darah yang tercecer untuk diperiksa darah apakah itu.

Kepala SD Santa Angela Atambua, Suster Fransiska mengatakan, aksi pencurian itu terjadi ketika pada malam itu dua ruang kelas itu tidak terkunci lantaran petugas sekuriti tidak berjaga malam.

Bercak darah diduga milik pencuri di SDK St Angela Atambua
Bercak darah diduga milik pencuri di SDK St Angela Atambua (POS KUPANG/EDY BAU)

Sementara dua ruang kelas itu juga sedang dikerjakan oleh para tukang yang baru selesai pada pukul 23.00 wita.

Meski sudah mengalami kerugian akibat pencurian itu, Suster Fransiska meminta agar polisi tidak perlu mengusut siapa pelaku itu. Suster menerima hal itu sebagai kelalaian dari mereka sendiri. (*)

Penulis: Fredrikus Royanto Bau
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help