Lebih Dari 10 Orang Hilang, dan 400 Ribu Diungsikan akibat Hujan Lebat

7.500 petugas penyelamat, termasuk polisi, petugas pemadam kebakaran dan tentara dari Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF), dikerahkan untuk membantu pengu

Lebih Dari 10 Orang Hilang, dan 400 Ribu Diungsikan akibat Hujan Lebat
(Mandatory credit Kyodo/via REUTERS
Ilustrasi - Ombak besar akibat badai tropis Nanmadol pecah di pinggir pantai Senjojiki, kota Shirahama, perfektur Wakayama, Jepang, dalam foto yang diambil Kyodo, Selasa (4/7/2017). )

POS KUPANG.COM - Sedikitnya 10 orang, termasuk seorang anak-anak, hilang dan 400.000 lagi meninggalkan rumah setelah hujan deras melanda Jepang barat daya hingga hari kedua pada Kamis, yang mengakibatkan sungai meluap, kata pejabat pemerintah dan media setempat.

Sebagian prefektur Fukuoka di pulau barat daya, Kyushu, diguyur hujan dengan debit mencapai 774 milimeter dalam waktu sembilan jam pada Rabu. Jumlah tersebut mencapai sekitar 2,2 kali dari volume normal hujan pada Juli, kata televisi nasional NHK.

Sebanyak 7.500 petugas penyelamat, termasuk polisi, petugas pemadam kebakaran dan tentara dari Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF), dikerahkan untuk membantu pengungsian dan mencari yang hilang. Empat puluh helikopter disiagakan hingga cuaca membaik.

"Ada banyak laporan tentang orang-orang yang keselamatannya tidak dapat dipastikan, misalnya 'seorang anak hanyut di sungai' dan 'rumah saya hanyut dan saya tidak bisa menghubungi orang tua'," kata Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga dalam sebuah jumpa pers darurat pagi hari.

"Kami akan menjaga kontak dengan daerah-daerah yang dilanda bencana dan bekerja dengan segenap tenaga untuk menyelamatkan nyawa serta memastikan tingkat kerusakan," katanya.

Prefektur Fukuoka dan Oita, yang sebagian besar merupakan daerah pedesaan, merupakan wilayah terdampak paling parah akibat hujan yang disebabkan oleh daerah tekanan rendah di Samudera Pasifik yang menghantarkan udara hangat dan lembab ke dalam hujan musiman Jepang.

Warga menghabiskan malam dengan kecemasan di pusat evakuasi yang didirikan di sekolah dan gedung pemerintah di dataran tinggi, di tengah laporan tentang tanah longsor dan jalan yang banjir.

"Bukan hanya hujan, juga ada petir dan kilat. Saya tidak dapat melihat apa pun di depan saya," kata seorang wanita di sebuah pusat evakuasi kepada NHK, seperti dikutip Reuters.

"Saya belum mendengar kabar dari beberapa teman saya, dan saya benar-benar khawatir," kata seorang murid, yang mengungsi bersama keluarganya, kepada NHK.

Tidak ada laporan mengenai masalah transportasi utama, namun rekaman gambar dari televisi menunjukkan jalur kereta api rusak dan terputus akibat banjir.

Daerah yang sama juga dihantam hujan lebat pada awal pekan ini sebagai akibat dari Badai Tropis Nanmadol, yang telah berlalu ke laut.

Hujan di Jepang terjadi pada sistem badai, yang menyebabkan banjir parah di selatan China, yang menewaskan 56 orang serta menyebabkan kerugian hampir 4 miliar dolar AS, demikian seperti dilansir Reuters. *)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved