PosKupang/

Pertahankan Keunggulan Kuda Sandelwood, Inilah Pekerjaan Rumah Seluruh Masyarakat Sumba

Kuda bagi masyarakat Sumba adalah sebuah kebanggaan bahkan sudah menjadi simbol harga diri. Tak semua orang bisa

Pertahankan Keunggulan Kuda Sandelwood, Inilah Pekerjaan Rumah Seluruh Masyarakat Sumba
FOTO PATER ROBERT RAMONE,CSsR
Kuda sandelwood yang digunakan pada ajang pasola di Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya. 

POS KUPANG.COM -- Kuda sandelwood sudah tersohor sejak lama. Tak sebatas teritori Indonesia, tapi menembus batas negara. Banyak bangsa mengagumi keunggulan sekaligus keunikan kuda sandelwood bahkan ada yang mengembangbiakkan kuda jenis ini lewat cara kawin silang dan lainnya.

Posturnya yang kekar dan gagah, kuda sandelwood sangat baik untuk pacu. Tak heran kalau kuda sandelwood selalu menjadi incaran dan orang berani mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk mendapatkannya. Satu ekor kuda sandelwood harganya bisa puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Kuda bagi masyarakat Sumba adalah sebuah kebanggaan bahkan sudah menjadi simbol harga diri. Tak semua orang bisa memiliki kuda. Kuda menjadi simbol identitas atau status sosial seseorang dalam masyarakat. Dengan sabana yang luas dan kaya, kuda hidup dan berkembangbiak bebas di seluruh wilayah Pulau Sumba.

Saat ini di Pulau Sumba sedang bergulir event Parade 1.001 Kuda. Ribuan ekor kuda milik masyarakat parade di empat ibukota kabupaten di Pulau Sumba mulai dari Waingapu Sumba Timur, Waikabubak Sumba Barat, Weetabula Sumba Barat Daya hingga Praibakul, Kabupaten Sumba Tengah. Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya secara resmi membuka Parade Kuda Sumba ini di Waingapu, Senin (3/7/2017).

Kegiatan ini pertamakali diselenggarakan di NTT. Ada banyak tujuan atau capaian yang mesti masyarakat peroleh dari kegiatan ini. Bila pemerintah menggelar event ini dengan tujuan wisata, maksud lain yang lebih besar adalah pengakuan akan keberadaan kuda unggulan tersebut.

Harus diakui bahwa saat ini populasi kuda sandelwood sudah berkurang. Bila pada dekade lalu, semua warga bisa memiliki kuda, saat ini hanya orang tertentu saja. Itupun jumlahnya sangat terbatas. Ada banyak faktor penyebab. Sebut saja prosesi adat, penjualan bebas yang tidak terkendali dengan baik, tak upaya mempertahankan populasi, melemahnya daya dukung alam dan lingkungan serta lainnya.

Bisa dimengeri bila banyak harapan yang muncul dari kegiatan ini. Semoga kuda sandelwood tetap menjadi kebanggaan orang Sumba. Semoga ke depan, kuda sandelwood jangan hanya sekadar historia sama seperti orang Timor mengenang harumnya cendana. Dan, masih banyak harapan lain yang muncul dari kegiatan ini.

Event parade 1.001 kuda seharusnya tidak sekali dua. Kalau dinas pariwisata mengambil peran mempopulerkan sandelwood, dinas atau instansi lainnya juga harus ikut mengambil bagian sesuai tupoksinya. Mari kita kembangkan, pelihara dan jaga agar kuda sandelwood tetap menjadi ikon Sumba dan sekaligus kebanggaan bersama anak Flobamora. *

Penulis: PosKupang
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help