PosKupang/

Perihal Wisata Nonton Paus di Lembata, Sebuah Terobosan atau?

Lokakarya yang dihadiri sebagian besar pimpinan SKPD dan akademisi ini mendorong upaya pengembangan

Perihal Wisata Nonton Paus di Lembata, Sebuah Terobosan atau?
Net
Proses penangkapan ikan paus dengan cara tradisional oleh masyarakat Lembata

Oleh: Charles Beraf, SVD
Direktur Detukeli Research Centre for Culture and Humanity

POS KUPANG.COM - Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Pariwisata Provinsi NTT bekerja sama dengan The Nature Conservancy melaksanakan "Lokakarya Business Plan Wisata Menonton Paus di Provinsi NTT" pada Kamis, 15 Juni 2017 di Hotel Swiss -Berlin Kristal, Kupang.

Lokakarya yang dihadiri sebagian besar pimpinan SKPD dan akademisi ini mendorong upaya pengembangan potensi sumber daya kelautan di wilayah ini, terutama berkenaan dengan migrasi paus sperma (sperm whale) dan paus biru (blue whale), yang bisa menjadi obyek tontonan yang menarik.

Dalam Jumpa Pers di sela-sela lokakarya tersebut, Kepala Dinas Pariwisata NTT Marius Ardu Jelamu mengatakan, "Kita targetkan semoga tahun depan sudah bisa berjalan wisata menonton ikan paus ini sehingga NTT semakin dikenal oleh banyak orang tidak hanya wisata."

Baca: NTT Akan Kembangkan Wisata Menonton Ikan Paus

Lebih lanjut dia menegaskan lokakarya tersebut dimaksudkan juga untuk menjaga lingkungan dan meningkatkan kesejateraan masyarakat NTT melalui usaha wisata menonton ikan paus, sebagaimana di Lovina, Bali sudah berhasil menyelenggarakan "wisata nonton lumba-lumba".

Menurutnya perairan NTT sejak dulu kala memiliki habitat laut yang menjadi kawasan perlintasan 18 jenis paus termasuk dua jenis paus yang langka yakni paus Biru (blue whale/Balaenoptera Musculus) dan paus Sperma (sperm whale/Physeter Macrocephalus). Kedua jenis paus ini nantinya akan menjadi daya tarik bagi wisatawan saat diselenggarakan wisata menonton ikan paus yang tentu saja akan diikuti banyak wisatawan. Diharapkan wisata menonton ikan paus akan memberikan konstribusi bagi upaya mewujudkan NTT sebagai destinasi utama pariwisata di Indonesia pada tahun 2018 (Sumber www.republika.co.id sebagaimana dikutip dari Kantor Berita Antara).

Tema lokakarya di atas tampak selurus (seagenda) dengan gencarnya pemerintah provinsi NTT mempromosikan "wisata nonton paus" beberapa waktu lalu di Lamalera, Lembata-desa yang amat dikenal dengan tradisi penangkapan paus. Namun, lebih dari sekadar tema, "wisata nonton paus" tampaknya semacam proyek besar pemerintah, yang meski sebelumnya sudah `dilawan' berulang kali oleh beberapa aktivis dari komunitas adat pesisir, harus tetap dijalankan.

Baca: Narasumber dari Lima Negara Tampil dalam Seminar Internasional Ikan Paus

Ada apa dengan pemerintah? Ada apa pula laut kita selain hanya karena alasan pelarangan menangkap ikan paus, pari, dll oleh nelayan Lamalera sehingga alih-alih "wisata nonton ikan paus", jangan-jangan ada agenda lain yang tengah diupayakan untuk melenyapkan tradisi dan kebudayaan orang Lamalera secara perlahan tapi pasti. Ada apa dengan Dinas Pariwisata Provinsi NTT? Urgenkah "wisata nonton paus" itu? Seberapa dalamnya sentuhan wisata beraroma kapitalis itu pada masyarakat, terutama mereka yang memiliki tradisi penangkapan paus seperti Lamalera?

Halaman
123
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help