Ini Perntayaan Keras DPRD Mabar Terkait Aset yang Dipakai Manajemen Bank NTT

Anggota DPRD Mabar, Marsel Jeramun, mempertanyakan kepada pemerintah terkait aset lahan tersebut.

Ini Perntayaan Keras  DPRD Mabar Terkait Aset yang Dipakai Manajemen Bank NTT
POS KUPANG/YENI RAHMAWATI TOHRI
ilustrasi 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Servan Mammilianus

POS KUPANG.COM, LABUAN BAJO --Aset berupa lahan dari pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) yang dipakai oleh Bank NTT mulai dipertanyakan oleh DPRD Kabupaten Mabar..

Anggota DPRD Mabar, Marsel Jeramun, mempertanyakan kepada pemerintah terkait aset lahan tersebut.

Menurutnya sejak tahun 2013 Bank NTT sudah diminta untuk menghitung nilai total aset lahan yang mereka pakai tetapi belum ada perkembangan berarti.
Aset itu, yakni di Labuan Bajo; Lembor dan Kuwus.

"Kita tidak usah bangga dengan dividen dari penyertaan modal ke Bank NTT. Sekarang pertanyaannya, yaitu bagaimana dengan status aset yang dikuasai Bank NTT sejak 2013. Kalau diakumulasi, mungkin bisa melebihi dividen. Kalau Bank NTT tidak bisa hitung, biar kita hitung sendiri," kata Marsel saat sidang di DPRD Mabar yang dihadiri Wakil Bupati Maria Geong, Selasa (4/7/2017).

Hal senada dikatakan Ketua DPRD Blasius Jeramun. "Kalau pemerintah mungkin untung karena dengan itu ada kemudahan pinjaman. Kok berat sekali Bank NTT mau hitung nilai aset itu, saya tidak suka. Itu hari katanya tunggu, kok lama sekali," kata Blasius.

Wakil Bupati Maria mengatakan, perlu membicarakan hal itu secara bersama. "Tentang status aset itu, perlu ada pertemuan bersama antara pemerintah, Bank NTT dan DPRD. Sehingga tidak saling curiga dan bisa lebih obyektif serta transparan. Akan kami sampaikan ke bupati," kata Maria. (*)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Putra
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help